Netral English Netral Mandarin
11:27wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Soal Perpres Investasi Miras, Said Didu: Semoga Allah Beri Petunjuk Kepada Bapak Ma'ruf Amin

Senin, 01-Maret-2021 21:30

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
Foto : Istimewa
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menekan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanam Modal pada pada (2/2/2021). 

Dalam Perpres tersebut, Pemerintah membuka peluang investasi minuman keras (miras) di sejumlah daerah, seperti Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.

Kehadiran Perpres No 10/2021 mendapat penolakan dan kritik dari berbagai pihak, salah satunya datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu. 

Melalui akun Twitternya, Said Didu meminta Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin untuk mengambil sikap mengenai Perpres itu demi keselamatan umat karena miras diharamkan dalam Islam. 

Apalagi, lanjut Said Didu, Perpres turunan UU Cipta Kerja itu pun mendapat penolakan dari banyak pihak, termasuk dari Majelis Rakyat Papua. 

"Bpk Wapres @Kiyai_MarufAmin yth, setahu saya, bagi Islam miras adalah haram. Saudara kita di Papua menolak miras untuk menyelematkan warganya," tulis @msaid_didu, Minggu (28/2/2021).

"Mohon perkenan Bpk gunakan kekuasaan untuk selamatkan umat di dunia dan akhirat. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada Bpk," kata tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati