Netral English Netral Mandarin
04:26wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Soal Presiden Promosikan Bipang, Ini Klarifikasi Menteri Perdagangan

Minggu, 09-Mei-2021 22:25

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi
Foto : Kemendag
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi angkat bicara menanggapi kegaduhan yang terjadi setelah beredar potongan video pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan babi panggung (Bipang) Ambawang.

Lutfi mengatakan, konteks pernyataan Presiden Jokowi itu ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri atas beragam suku, dan memiliki kekayaan produk kuliner nusantara.

Adapun potongan video yang viral diambil dari video pidato Jokowi dalam acar peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan, Rabu (5/5/2021).

"Berkaitan dengan pernyataan mengenai Bipang Ambawang, kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan. Pernyataan Bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan juga membeli produk lokal," kata Lutfi melalui dalam video yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan, Sabtu (8/5/2021).

"Pernyataan Bapak Presiden tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, yang terdiri atas beragam suku, agama, dan budaya. Yang memiliki kekayaan kuliner Nusantara dari berbagai daerah. Setiap makanan memiliki kekhasan dan menjadi makanan favorit lokal," sambungnya.

Lutfi menegaskan, jika semua kuliner yang disebutkan Presiden Jokowi dalam video, termasuk Bipang, adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang sangat beragam.

"Jadi, sekali lagi, kuliner khas daerah yang disebut Bapak Presiden dalam video tersebut adalah untuk mempromosikan kuliner Nusantara yang memang sangat beragam. Tentu kuliner tersebut dikonsumsi, disukai oleh berbagai kelompok masyarakat yang juga beragam," ungkapnya.

"Mari, kita bangga dan mempromosikan kuliner Nusantara yang beragam, sehingga bisa menggerakkan ekonomi, terutama UMKM," tandas Lutfi.

Kendati demikian, Lutfi tetap meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Sebab, video tersebut merupakan bagian dari acara Kementerian Perdagangan. Ia mengatakan, tidak ada maksud apapun dari pernyataan Presiden mempromosikan Bipang Ambawang.

"Meski demikian, kami dari Kementerian Perdagangan selaku penanggung jawab acara tersebut sekali lagi memastikan tidak ada maksud apa pun dari pernyataan Bapak Presiden," ucap dia.

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika terjadi kesalahpahaman. Karena niat kami hanya ingin agar kita semua bangga terhadap produksi dalam negeri. Termasuk berbagai kuliner khas daerah dan menghargai keberagaman bangsa kita," pungkas Lutfi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengajak masyarakat membeli kuliner Nusantara secara online di tengah larangan mudik Lebaran 2021. Salah satu yang dipromosikan Jokowi adalah Bipang Ambawang, kuliner khas Kalimantan Barat.

"Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun, karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama," kata Jokowi dalam video peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada (5/5/2021).

"Nah, untuk Bapak/Ibu dan Saudara- saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya, tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Presiden.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli