Netral English Netral Mandarin
06:59wib
Menkes Singapura meminta pasien Covid-19 yang masih muda dan telah mendapatkan vaksin penuh untuk dirawat di rumah mengingat kapasitas unit gawat darurat hampir penuh. KPK menjadwalkan pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, hari ini.
Soal Rektor UI Rangkap Jabatan, Satire Mustofa: Kesalahan Terbesar Ada Pada Anies

Jumat, 23-Juli-2021 13:45

Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya
Foto : Istimewa
Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya, mengomentari polemik perubahan Statuta Universitas Indonesia (UI) yang mengizinkan rektor rangkap jabatan.

Melalui akun Twitter-nya, Mustofa mencuit kalimat bernada satire dengan menyebut bahwa persoalan Rektor UI rangkap jabatan merupakan kesalahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Soal Rektor UI yang rangkap jabatan, menurut saya kesalahan terbesar ada pada Anies," cuit @tofatofa_id, Kamis (22/7/2021).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mengizinkan Rektor UI Ari Kuncoro merangkap jabatan Komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tindakan tersebut dilakukan melalui penerbitan PP Nomor 75 Tahun 2021 tentang Statuta UI.

PP yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2 Juli 2021 itu mengubah aturan sebelumnya, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2013 tentang Statuta UI yang melarang rektor UI untuk rangkap jabatan sebagai komisaris BUMD/BUMN.

Persoalan rangkap jabatan ini menjadi sorotan publik setelah Rektor UI diduga melanggar peraturan karena menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.

Setelah masalah ini jadi kontroversi, Ari Kuncoro pun memutuskan mengundurkan diri dari posisi Wakil Komisaris Utama BRI.BRI mengumumkan pengunduran diri Ari pada Kamis (22/7/2021) kemarin.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P