Netral English Netral Mandarin
05:50wib
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memprediksi, puncak gelombang Covid-19 varian Omicron akan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret 202. Pemerintah mengakui kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami lonjakan akibat transmisi lokal varian Omicron dalam sepekan terakhir.
Soal Robohnya SMAN 96 Cengkareng, JPS Minta Komisi E Evaluasi Kinerja Adhi Karya

Senin, 06-December-2021 19:55

Gubernur Anies bersama Syaiful Jihad
Foto : Istimewa
Gubernur Anies bersama Syaiful Jihad
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus robohnya bangunan di sekolah SMAN 96 Cengkareng, Jakarta Barat (17/11/2021) silam menuai pertanyaan terkait keseriusan PT Adhi Karya selaku kontraktor.

Terkait kasus tersebut, Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad, meminta Komisi E DPRD DKI dan pimpinan dewan mengevaluasi kinerja PT Adhi Karya.

"Hingga kini DPRD DKI sebagai lembaga pengawas diam saja. Hanya gertak sambal akan mem-blacklist atau evaluasi kerjaan Adhi Karya. Sampai sekarang Dinas Pendidikan juga diam saja," kata Syaiful dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12/2021).

Syaiful menilai, robohnya bangunan SMAN 96 Cengkareng, Jakarta Barat itu cukup membahayakan siswa. Untuk itu dirinya mendesak adanya evaluasi, khususnya, pekerjaan yang sedang digarap oleh kontraktor tersebut 

"Kami minta dewan jangan hanya gertak. Setelah itu, hilang. Buktikan, evaluasi semua kerjaan Adhi Karya," tegas Syaiful. 

"Saya ingatkan. Adhi Karya sedang mengikuti lelang pembangunan sampah di Bantargebang, Bekasi, dengan anggaran sekitar Rp900 miliar. Kami sulit percaya dengan Adhi Karya. Wong bangunan aja roboh. Kami minta Badan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa (BPPBJ) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) evaluasi Adhi Karya," sambung Syaiful. 

Aktivis ini juga mendorong, evaluasi dan audit pekerjaan yang dilakukan Adhi Karya tersebut. "Saya akan minta pemprov untuk evaluasi semua pekerjaan Adhi Karya. Warga Jakarta sulit mengharapkan dari wakilnya di DPRD DKI," jelas dia.

Syaiful menegaskan, evaluasi dan audit terhadap Adhi Karya sangat wajar karena baru tahap pembangunan saja gedung sudah roboh. Bagaimana kontraktor besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa seperti itu.

"Saya hanya minta tinjau ulang dan evaluasi. Kalau memang tidak bisa ya, black list, kok repot. Akan ada yang turun ke jalan jika tak ada tindak lanjut," beber dia. 

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdik DKI Sabudiyono menjelaskan banyaknya tahap yang harus dilaksanakan prakonstruksi sebelum rehab gedung SMAN 96 Jakarta mulai berjalan, sehingga sisa waktu pembangunan hanya 3,5 bulan.

"Tahapannya kalau yang pertama kan basic design, lalu manajemen kontruksi (MK), baru kita lakukan lelang fisik ya. Jadi harus melewati beberapa tahapan dulu," katanya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi