Netral English Netral Mandarin
22:54wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Soal 'Semua Agama Benar di Mata Tuhan', PKS Ingatkan Pangkostrad Bicara Sesuai Kapasitas

Sabtu, 18-September-2021 00:18

Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf
Foto : DPR.goid
Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf mengkritik ucapan Panglima Komando Strategis TNI Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Dudung Abdurrachman tentang 'semua agama benar di mata Tuhan'.

Bukhori mengingatkan diskursus soal kebenaran agama sejatinya bukan domain TNI. “Saya pikir bukan otoritas TNI untuk bicara tentang kebenaran agama. Namun perlu ditegaskan, bukan berarti dilarang secara mutlak," kata Bukhori kepada wartawan, Jumat (17/9/2021).

Selain itu, dalam kapasitas Dudung sebagai pejabat militer, Bukhori mengharapkan kebijaksanaan dan kehati- hatian Dudung dalam melontarkan pernyataan yang berada di luar domain pengetahuannya agar tidak mengulang kontroversi di masa mendatang.

"Hanya saja, mengingat isu ini bersifat sensitif dan prinsipil, diskursus ini seyogyanya diterangkan oleh pihak yang selaras dengan kapasitasnya, seperti pemuka agama demi menghindari polemik,” ujarnya.

Politisi PKS ini menjelaskan, tugas TNI adalah menjaga pertahanan dan keamanan negara sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD 1945). Karenanya, ia mengimbau Dudung untuk berbicara sesuai dengan kapasitasnya.

Menyitir Pasal 30 ayat (2) UUD 1945 disebutkan: ‘Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendukung’

“TNI diberikan mandat oleh konstitusi untuk menjadi lapis terdepan dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Sebab itu, saya mengingatkan agar Letjen Dudung berbicara sesuai dengan kapasitasnya," pungkas Bukhori.

Sebelumnya, Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman mengingatkan jajarannya tak bersikap fanatik terhadap suatu agama. Pasalnya, ia menyebut semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.

Pernyataan itu dilontarkan saat melakukan kunjungan ke Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Senin (13/9/2021).

"Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan," kata Dudung.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli