Netral English Netral Mandarin
16:07wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Soal Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor? Ini Pernyataan Menkominfo

Jumat, 03-September-2021 18:40

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate
Foto : Kominfo
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sertifikat vaksin milik Presiden Joko Widodo diduga bocor dan beredar di dunia maya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan data di aplikasi PeduliLindungi aman.

"Integrasi eHac ke aplikasi PeduliLindungi dan migrasi aplikasi PeduliLindungi, PCare dan Silacak ke data center Kominfo baru saja dilakukan dan saat ini data PeduliLindungi di data center Kominfo aman," kata Johnny, Jumat (3/9/2021).

Kominfo menyatakan penjelasan lebih lanjut mengenai sertifikat milik presiden yang beredar di dunia maya merupakan wewenang Kementerian Kesehatan selaku wali data COVID-19.

sudah menghubungi perwakilan Kementerian Kesehatan, namun, belum mendapatkan penjelasan.

Sertifikat milik diduga Presiden Joko Widodo beredar di platform Twitter berisi nama lengkap, nomor induk kependudukan, tanggal vaksinasi serta nomor batch vaksin.

Hari ini, terdapat pembaruan untuk aplikasi PeduliLindungi untuk sistem operasi Android.

Aplikasi tersebut memuat sertifikat vaksinasi COVID-19 milik pengguna dan sejauh ini tidak ada fitur untuk melihat sertifikat vaksin milik pengguna lain.

Sementara di situs resmi PeduliLindungi.id, pengguna bisa memasukkan nama lengkap dan NIK untuk mengecek status vaksinasi. Demikian seperti dilansir Antara.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi