Netral English Netral Mandarin
08:51wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Soal Tagar Tangkap Rachland, Rustam: Playing Victim Ala Demokrat Sebagai 'Partai Teraniaya'?

Kamis, 12-Agustus-2021 05:00

Elit Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik
Foto : Istimewa
Elit Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerhati sosial politik Rustam Ibrahim ikut mengomentari tagar #TangkapRachlandNashidik yang sempat trending topic di Twitter pada Senin (9/8/2021).

Adapun tagar tersebut muncul karena unggahan karikatur di akun Twitter elit Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik yang dianggap melecehkan simbol-simbol negara dan menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Untuk apa juga sampai menangkap #TangkapRachlanNashidik," tulis Rustam di akun Twitternya, Selasa (10/8/2021).

Rustam menduga, Rachland melakukan hal itu dengan tujuan agar dirinya ditangkap dan menjadi martir untuk menaikkan elektabilitas Demokrat sebagai 'partai teraniaya'.

Hal demikian, menurut Rustam, merupakan strategi playing victim yang kerap dimainkan Demokrat, bahkan sejak awal berdirinya partai berlambang bintang mercy itu.

"Jangan-jangan tujuannya untuk ditangkap, bisa jadi martir dan menaikkan elektabilitas Partai Demokrat sebagai "partai teraniaya". Bukankah ini strategi PD dari awal kelahirannya, play victim?" cuit @RustamIbrahim.

Seperti diberitakan, nama Rachland Nashidik tengah menjadi sorotan di media sosial gara-gara mengunggah karikatur Presiden Jokowi, Bendera Merah Putih, Lambang Negara Garuda Pancasila dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya di akun Twitternya baru-baru ini.

Banyak netizen menuding karikatur yang diunggah Rachland pada Sabtu (7/8/2021) itu merupakan pelecehan terhadap simbol-simbol negara serta menghina Presiden Jokowi.

Karenanya, netizen mendesak aparat kepolisian untuk menangkap Rachland. Bahkan, mereka menggaungkan tagar #TangkapRachlandNashidik hingga menjadi trending topic di Twitter pada Senin (9/8/2021).

Merespon hal itu, Rachland mengatakan bahwa karikatur tersebut bukan buatannya.

"Gambar ini bukan karya saya," tulis Rachland di akun Twitternya, @RachlandNash, Senin (9/8/2021).

Menurut Rachland, karikatur itu ditafsirnya sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan- kebijakan Presiden Jokowi yang dianggap mengkhianati Indonesia Raya.

Namun, lanjutnya, para pendukung Presiden Jokowi yang disebutnya 'cebongs' menafsirkan berbeda soal karikatur Jokowi dan simbol-simbol negara.

"Ia(karikatur), dalam tafsir saya, seperti mengontraskan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan kebijakan- kebijakan Presiden Jokowi. Seolah mau mengatakan, kebijakan-kebijakan Jokowi mengkhianati Indonesia Raya," katanya.

"Tapi tentu Cebongs punya tafsirnya sendiri," kata @RachlandNash.

Pada cuitan lainnya, Rachland menantang Presiden Jokowi untuk menangkap dirinya agar memenuhi harapan netizen yang menggaungkan tagar #TangkapRachlandNashidik.

Selain itu, Rachland juga menantang Presiden menangkap pembuat gambar tersebut dan pihak-pihak yang telah lebih dulu memposting gambar lagu Indonesia Raya itu sebelum dirinya.

"Ayo, Pak Jokowi, penuhilah harapan para pendukung Anda yang sudah berpayah payah begini. Tangkap saya. Tangkap pembuat gambar. Tangkap para aktivis yang sudah lebih dahulu mengunggah," cuit @RachlandNash.

"Mari bersama kita catat pada kertas sejarah Republik ini bahwa dibawah Anda demokrasi: mati," tegas Rachland.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati