Netral English Netral Mandarin
10:57wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Soal Tema Lomba Artikel BPIP, PAN: Tidak Produktif dan Tidak Kontekstual

Sabtu, 14-Agustus-2021 20:30

Ketua Fraksi PAn DPR, Saleh Partaonan
Foto : Istimewa
Ketua Fraksi PAn DPR, Saleh Partaonan
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay, menilai bahwa lomba karya tulis yang diadakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tidak produktif dan tidak kontekstual.

"Tidak produktif karena diyakini tidak akan mampu meningkatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila. Juga tidak kontekstual karena temanya sangat jauh dari kondisi kekinian yang dihadapi bangsa Indonesia," kata Saleh dalam keterangannya, Sabtu (14/8/2021).

Saleh mengatakan, lomba yang bertema 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' dan 'menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam' itu tidak perlu dan tidak urgent untuk dibahas.

Sebab, sebutnya, sejak jaman perjuangan kemerdekaan, hormat bendera dan lagu kebangsaan tidak pernah dipersoalkan. Para ulama dan para santri selalu menjunjung tinggi dan menghormati eksistensi bendera negara dan lagu kebangsaan.

"Secara metodologis, tidak ada rumusan masalahnya. Kalau tidak ada rumusan masalahnya, apa yang mau ditulis? Sebelum ditulis pun orang pasti akan mengetahui bahwa kesimpulannya Islam tidak mempermasalahkan hormat bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan. Sebab, itu adalah bagian dari perwujudan cinta tanah air. Sementara, cinta tanah air adalah bagian dari iman," ujar Saleh.

Ia menuturkan, sebagai ideologi negara, ada banyak tema yang lebih tepat untuk diajukan. Bahkan, tema-temanya sangat aktual dengan kondisi kekinian, misalnya, 'Bantuan Sosial di Era Pandemi Dalam Perspektif Pancasila, Meneguhkan Nilai Persatuan dan Gotong Royong di Masa Pandemi, Akses Terhadap Pelayanan Kesehatan Sebagai Manifestasi Keadilan Sosial, Mengungkap Nilai-nilai Spritualitas di Balik Pandemi Covid-19' dan lain-lain.

"Meskipun temanya tidak spesifik menyebut kata santri, tetapi dipastikan bahwa para santri sangat menguasai tema-tema tersebut. Tinggal mencari referensi agar bisa diaktualisasikan sesuai dengan tema yang diminta," ucap dia.

"Lagian, tema-tema seperti itu juga sangat relevan dalam upaya pemaknaan dan pembumian nilai-nilai Pancasila. Kalau bikin judul dan tema, jangan terkesan dipersempit untuk menyudutkan kelompok tertentu. Bisa jadi, yang membuat tema tidak merasakan, tetapi orang lain justru sangat merasa dan tersinggung," jelas Saleh.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR itu  menyebut BPIP ini sudah sering kali membuat polemik dan hiruk pikuk. Semestinya, hal-hal seperti itu dihindari.

Apalagi, tambah Saleh, saat ini semua pihak sedang fokus menghadapi covid-19 dengan berbagai varian baru yang lebih agresif. Sudah semestinya, berbagai program kementerian lembaga diarahkan pada upaya mencari solusi terhadap masalah yang kita hadapi.

"Solusi itu bisa bentuknya bantuan fisik. Bisa juga bentuknya pemikiran. Kalau soal hormat bendera dan lagu kebangsaan, ya tidak solutif. Sebab, itu tidak pernah dipersoalkan. Tidak perlu dicarikan solusi," imbuhnya.

"Kasihan juga neh BPIP. Banyak disorot masyarakat. Bahkan, ada yang minta dibubarkan. Akhirnya, kita sendiri malah tidak enak untuk ikut berkomentar soal eksistensi BPIP tersebut," pungkas Ketua DPP PAN itu.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P