3
Netral English Netral Mandarin
10:49 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Soal Transportasi, Musni Puji Anies Baswedan: Mimpi Jadi Kenyataan

Selasa, 16-Februari-2021 16:45

Sosiolog Musni Umar
Foto : VOA Islam
Sosiolog Musni Umar
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog Musni Umar memuji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam hal tata kelola transportasi publik di Ibu Kota. Menurutnya, masuknya Anies dalam jajaran pahlawan transportasi dunia tahun 2021 atau 21 Heroes 2021, jadi bukti keberhasilan Anies dalam pengembangan transportasi di Jakarta.

Diketahui, sebuah lembaga asal Jerman, Transformative Urban Mobility Initiative (TUMI), mendapuk Gubernur Anies sebagai satu dari total 21 Heroes 2021 pilihan mereka. Penghargaan itu diberikan kepada tokoh dunia yang dinilai mampu mengembangkan bidang transportasi di tengah tantangan global menghadapi pandemi Covid-19.

"Jakarta makin keren. Moda transportasi di DKI telah terintegrasi dan terkoneksi dibawah Transjakarta dengan branding Jak Lingko. TUMI berpusat Jerman telah memberi penghargaan kepada Gubernur Anies sebagai pahlawan transportasi dunia. Ayo kita jaga dan pelihara," tulis Musni di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Selasa (16/2/2021).

Musni juga mengunggah tulisannya berjudul 'Transjakarta Milik Kita Bersama: Ayo Kita Jaga Keamanan dan Keselamatannya' yang dimuat di websitenya, arahjaya.com.

Dalam tulisannya, Musni menyebut bahwa mimpi tentang Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia memiliki moda transportasi massal yang hebat dan modern, kini menjadi kenyataan di masa kepemimpinan Anies Baswedan.

"Sudah puluhan kita bermimpi, DKI Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia bisa memiliki moda transportasi massal yang hebat dan modern, di masa Gubernur Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta, mimpi tersebut menjadi kenyataan," tulis Musni.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) itu menambahkan, mimpi ini terwujud berkat rintisan historical yang dilakukan Gubernur Sutiyoso, kemudian dilanjutkan Gubernur Fauzi Bowo, Gubernur Joko Widodo dan Gubernur Basuki T. Purnama.

"Gubernur Anies Baswedan membereskan dan menyempurnakan karya Gubernur sebelumnya, dengan konsep integrasi dan kolaborasi semua stake holder dan warga DKI, sehingga menjadi karya besar yang membanggakan dan mendapat penghargaan dunia," ungkapnya.

Berikut tulisan lengkap Musni Umar soal transportasi di Jakarta, dilansir dari websitenya, arahjaya.com.

Transjakarta Milik Kita Bersama: Ayo Kita Jaga Keamanan dan Keselamatannya

Transjakarta sebagai salah satu moda transportasi bagi warga DKI Jakarta dan warga masyarakat yang bermukim di sekitar Jakarta, telah menjadi moda transportasi modern seperti di berbagai negara maju di dunia.

Kita sepatutnya berbangga dan bersyukur karena akhirnya Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia, memiliki armada transportasi yang maju dan modern.

Setidaknya ada lima indikator bahwa Transjakarta merupakan moda transportasi yang maju dan modern.

Pertama, semua armada transportasi massal ibukota Jakarta (makro bus, mini bus, mikro bus) sudah terintegrasi ke Transjakarta dalam operasional, manajemen, keuangan dan personalia dengan branding Jak Lingko.

Kedua, para penumpang dari terminal atau halte ke semua jurusan hanya menunggu waktu yang singkat untuk melakukan perjalanan ke tujuan.

Ketiga, semua armada transportasi Transjakarta, sangat nyaman bagi penumpang semua umur yang lanjut usia (lansia), anak-anak dan perempuan. Bagi perempuan ada gerbong tersendiri yang diperuntukkan bagi mereka, dan yang lansia selalu diberi tempat duduk oleh mereka yang lebih muda.

Pada masa Covid-19, 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak) diberlakukan di semua moda Transjakarta.

Keempat, semua armada Transjakarta terawat baik dan umumnya baru. Selain itu, semua makro bus, mini bus dan mikro bus sangat bersih dan alat pendingin (AC) beroperasi dengan baik. Saya sarankan bagi mereka yang lansia dan anak-anak supaya memakai jaket kalau mau naik Transjakarta.

Kelima, semua armada Transjakarta sudah terkoneksi atau tersambung dengan armada TJ yang lain serta armada transportasi massal lainnya seperti MRT, LRT, Commuter line serta armada lainnya.

Ada Rasa Memiliki

Semua jenis armada bus di DKI Jakarta yang sudah sangat baik karena telah terintegrasi ke Transjakarta dengan branding Jak Lingko, sepatutnya warga DKI dan warga masyarakat yang menggunakannya, merasa memiliki.

Setidaknya ada tiga alasan, kita harus merasa memiliki Transjakarta.

Pertama, sudah puluhan kita bermimpi, DKI Jakarta sebagai ibukota negara Republik Indonesia bisa memiliki moda transportasi massal yang hebat dan modern, di masa Gubernur Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta, mimpi tersebut menjadi kenyataan.

Mimpi ini terwujud berkat rintisan historical yang dilakukan Gubernur Sutiyoso, kemudian dilanjutkan Gubernur Fauzi Bowo, Gubernur Joko Widodo dan Gubernur Basuki T. Purnama.

Gubernur Anies Baswedan membereskan dan menyempurnakan karya Gubernur sebelumnya, dengan konsep integrasi dan kolaborasi semua stake holder dan warga DKI, sehingga menjadi karya besar yang membanggakan dan mendapat penghargaan dunia.

Kedua, bus Transjakarta harus dirawat, dipelihara, dijaga oleh warga DKI dan warga negara Indonesia. Tidak hanya itu, tetapi merasa memiliki Transjakarta, sehingga moda transportasi massal di DKI terpelihara dan terjaga karena semua merasa memiliki.

Ketiga, sebagai wujud merasa memiliki Transjakarta, maka siapapun yang naik bus Transjakarta harus menjaga kebersihan dengan tidak makan, minum dan membuang tissue bekas di dalam bus.

Selain itu, tidak merokok dan membuang puntung rokok dalam bus, tidak meludah dalam bus dan mencoret-coret dinding, tempat duduk, dan lantai bus.

Ada Rasa Tanggung Jawab

Seluruh moda transportasi Transjakarta maupun moda transportasi lainnya, sebaiknya kita merasa bertanggung jawab terhadap keberadaannya.

Setidaknya ada tiga bentuk tanggung jawab terhadap Transjakarta dan seluruh armadanya.

Pertama, menjaga keselamatan penumpang bus Transjakarta. Jika ada bus Transjakarta yang dikemudikan tidak sepatutnya, sebagai wujud tanggung jawab, nomor bus, jam dan jurusannya dilaporkan ke Transjakarta agar sopirnya dibina.

Kedua, jika ada warga yang menggunakan marka jalan Transjakarta harus dicegah dan diperingatkan.

Ketiga, semua armada Transjakarta yang beroperasi melayani warga, merupakan milik kita bersama. Oleh karena itu, sebaiknya kita ikut bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatannya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli