Netral English Netral Mandarin
03:43wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Soal Tugu Sepatu, Netizen: Inikah Prestasi Gubernur Anies?, Banyak Karya 'Gila' yang Tak Bermanfaat Buat Warga

Minggu, 19-September-2021 11:12

Tugu Sepatu
Foto : Twitter
Tugu Sepatu
30

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Banyak warganet (netizen) mengkritik dan menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait pembangunan tugu sepatu di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Mereka mempertanyakan maksud dan tujuan dibangunnya tugu tersebut.

Sejumlah netizen yang menyindir Anies berpendapat bahwa sejak mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menjadi gubernur, banyak karya Pemprov DKI yang hanya jadi kontroversi dan tidak bermanfaat bagi warga.

Beberapa karya kontroversi Pemprov DKI diungkit netizen, seperti seni instalasi bambu Getah Getih di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat, yang kemudian dibongkar dan diganti dengan pemasangan Gabion atau batu bronjong.

Selanjutnya, ada tugu peti mati Covid-19 di kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara. Kemudian tugu sepeda di kawasan Sudirman, dan kini ada tugu sepatu.

Berikut beberapa komentar netizen kontra terkait pembangunan tugu sepatu, seperti dilihat netralnews.com di Twitter, Sabtu (18/9/2021).

"Jreng..jrengg...Kini di DKI Jakarta tambah lagi satu tugu yaitu Tugu Sepatu. Setelah hampir 4 tahun kepemimpinan @aniesbaswedan di DKI Jakarta, telah banyak karya-karya ‘gila’ yang tidak bermanfaat buat warga DKI Jakarta (emoji menangis)," tulis @Rizmaya_.

"Tugu bambu, Batu Gambion, Tugu sepeda dan sekarang Tugu sepatu adalah benar prestasi anda pak @aniesbaswedan, tapi dengan rerata APBD DKI 70T sejak anda memimpin apakah ini layak di sebut Prestasi?" tanya @RiuRizkiUtomo_.

"Habis Bambu MEZSUM || Terbitlah Tugu SEPATU. Entah apa lagi nanti setelah ini...??. Tetaplah berkarya @aniesbaswedan meskipun tak berguna," sindir @seruanhl.

"Bukan daerah penghasil sepatu tapi ada Tugu Sepatu di Jakarta. Buat apa coba??" cuit @NyaiiBubu.

"Jadi serba salah. Mau muji tapi ga bisa dibandingin ma Ahok (mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama). Mau kritik tapi takut dikapirin," kata @AjengFtmh_.

"Tapi emang susah dipuji sih karya- karyanya dri tugu bambu mes*m, tugu batu, tugu speda, tugu sepatu juga jalur sepeda, jalur formula, lubang got, lukis atap rumah, ngilangin pohon di Monas," sambung @AjengFtmh_.

"Bangun jalan tol dianggap sia-sia, divestasi 51% saham Freeport dianggap kurang, dikasih blok Rokan ehh dibilang tdk istimewa, itu bukan amazing.. Giliran junjungan bikin patung sepatu dan uang dihambur-hambur kagak jelas pada mingkem mmang aneh kaum itu (emoji tertawa)," sentil @Dawul_sukrii.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta membangun tugu sepatu berukuran raksasa di kawasan Sudirman. Tugu ini merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah pihak, salah satunya PT Jakarta Tourisindo (Jaktour).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, tugu sepatu itu dibangun demi memperindah sudut Kota Jakarta serta memperkenalkan produk- produk lokal kepada masyarakat. Menurutnya, hal yang sama kerap dilakukan oleh negara-negara besar di dunia.

"Artinya, kita menghiasi Kota (Jakarta) supaya menarik, supaya juga setara dengan kota-kota di dunia lain. Kan biasa, kalian keliling dunia coba dicek di Google di tiap negara, di tiap kota, kan ada produk-produk yang menarik perhatian. Bisa selfie di situ, foto, dan sebagainya. Ada yang menambah pengetahuan," kata Riza, Kamis (16/9/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati