Netral English Netral Mandarin
18:08wib
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa bahwa hukum penggunaan aset kripto. Kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter mulai berlaku di sejumlah minimarket pada Rabu.
Soal Varian Omicron, Satgas Minta Masyarakat Tidak Panik

Rabu, 01-December-2021 23:10

Ilustrasi virus corona (COVID-19) varian baru Omicron.
Foto : Istimewa
Ilustrasi virus corona (COVID-19) varian baru Omicron.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kelompok ahli Technical Advisory Group on SARS-CoV-2 Virus Evolution (TAG-VE) menyatakan bahwa efek transmisibilitas dan keparahan gejala yang ditimbulkan oleh varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529) belum pasti dan perlu diperdalam dengan studi lanjutan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan pers yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (30/11/2021).

"Sampai saat ini Technical Advisory Group on Virus Evolution, WHO, menyatakan bahwa terkait efek transmisibilitas dan keparahan gejala yang ditimbulkan oleh varian Omicron masih belum pasti dan perlu diperdalam dengan studi lanjutan," ujar Wiku, dikutip Rabu (1/12/2021).

Sedangkan, lanjutnya, berdasarkan bukti awalan para peneliti mensinyalir varian ini dapat menimbulkan reinfeksi pada penyintas Covid-19.

Untuk itu, Wiku meminta masyarakat dan tetap tenang dan berhati-hati sambil menunggu hasil studi lanjutan terkait varian Omicron.

"Mohon untuk seluruh masyarakat dan awak media agar dapat menunggu hasil studi lanjutannya dengan tetap tenang namun harus berhati-hati," ucap dia.

Dari sisi pemerintah sendiri berdasarkan Surat Edaran Satgas No. 23 tahun 2021 melakukan penundaan sementara kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dari beberapa negara. Ditetapkannya kebijakam ini dilatarbelakangi atas terjadinya transmisi komunitas kasus bervarian Omicron.

Atau telah terjadinya kondisi penularan antar penduduk dalam satu negara atau wilayah yang sumber penularannya berasal dari dalam negara atau wilayah itu sendiri. Pemerintah akan terus memantau penyesuaian daftar negara yang tercantum jika diperlukan. 

Sedangkan untuk penerapan penyesuaian aktivitas kegiatan masyarakat menjelang masa Nataru, termasuk penerapan PPKM level 3 akan tetap diberlakukan dari 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 sesuai dengan InMendagri No. 62 tahun 2021 dan Surat Edaran No. 24 tahun 2021.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi