Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:31wib
Polisi menduga kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar sejumlah fasilitas umum di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, lantaran sempat dijadikan sebagai Posko Komando Taktis alias Pos Kotis. Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Undang-undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.
Soal Video 'Azan Jihad', Teddy: Pembantu Presiden Ngapain? Makan Gaji Buta?

Rabu, 02-December-2020 19:00

Istimewa
Foto : Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesi
Istimewa
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi mengomentari polemik video viral sekelompok orang yang mengumandangkan azan dengan menyelipkan lafaz 'hayya alal jihad'.

Menurut Teddy, jika kumandang azan diubah jadi ajakan berjihad dianggap sebuah pelanggaran, maka pelaku harusnya diringkus, bukan dijadikan bahan perdebatan.

Teddy menambahkan, apabila ada pejabat negara yang tidak bertindak dan hanya sibuk berdebat soal azan jadi ajakan berjihad, maka sebaiknya pejabat itu beralih profesi jadi pengamat.

"Adzan diubah jadi ajakan jihad apakah pelanggaran? Jika itu pelanggaran, ya eksekusi orangnya, jangan malah berdebat," tulis Teddy di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Rabu (2/12/2020).

"Kalau mau berdebat, silahkan jadi PENGAMAT, jangan jadi PEJABAT," sambung @TeddyGusnaidi.

Teddy lantas menyentil para pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak melangkah tegas terhadap orang-orang yang menambah seruan jihad dalam kumandang azan.

"Apakah harus Presiden yang eksekusi? Kalau harus presiden, kalian pembantunya ngapain? Makan gaji buta?," sindir Teddy.

Sebelumnya, viral di media sosial video
yang memperlihatkan seorang muazin mengumandangkan azan dengan menyelipkan kata 'Hayya Alal Jihad'. Adapun jemaah yang berada di belakang muazin itu turut mengikutinya menyerukan 'Hayya Alal Jihad' sambil mengepalkan tangan ke atas.

Reporter : adiel
Editor : widi