Netral English Netral Mandarin
17:54wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Soal Vonis Terhadap Menantu HRS, Fadli Zon: Sangat Tak Adil, Sesat dan Politis, Harusnya Bebas

Sabtu, 31-Juli-2021 19:20

Fadli Zon
Foto : Istimewa
Fadli Zon
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon kembali menyinggung vonis 1 tahun penjara terhadap menantu Habib Rizieq Shihab (HRS), Muhammad Hanif Alatas terkait perkara kasus data swab di RS Ummi Bogor.

Menurutnya, vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) itu sangat tidak adil, sesat dan politis. Ia berpendapat, seharusnya Hanif divonis bebas.

"Sangat tak adil, sesat dan politis. Harusnya menantu HRS bebas," tulis Fadli di akun Twitter-nya, Sabtu (31/7/2021).

Sebelumnya, Majelis Hakim PN Jaktim menjatuhkan vonis terhadap Muhammad Hanif Alatas dengan pidana 1 tahun penjara terkait kasus tes swab Habib Rizieq di RS Ummi Bogor.

Dalam putusannya, hakim meyakini Hanif bersama-sama dengan Habib Rizieq dan Dirut RS Ummi Andi Tatat telah melakukan perbuatan dengan menyiarkan pemberitahuan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat.

"Mengadili, menyatakan Terdakwa Muhammad Hanif Alatas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta melakukan perbuatan dengan menyiarkan berita bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan masyarakat," ujar hakim ketua Khadwanto saat membacakan surat putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021).

"Menjatuhkan pidana penjara Terdakwa Muhammad Hanif Alatas berupa dengan pidana penjara selama 1 tahun penjara," sambung hakim.

Hanif Alatas dinyatakan bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun hal memberatkan menurut hakim adalah perbuatannya meresahkan masyarakat. Sedangkan hal meringankannya adalah Hanif belum pernah dihukum, memiliki tanggungan keluarga, serta memiliki pengetahuan agama.

"Hal memberatkan, perbuatan Terdakwa meresahkan masyarakat. Hal meringankan, Terdakwa belum pernah dihukum, Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga, pengetahuan agama Terdakwa masih dibutuhkan umat," ujar hakim.

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum dalam perkara tersebut. Jaksa sebelumnya menuntut Hanif selama 2 tahun penjara dalam perkara ini beberapa waktu lalu.

Tak terima dengan putusan hakim, Hanif pun menyatakan banding. "Saya putuskan banding," kata Hanif setelah berdiskusi dengan tim kuasa hukumnya saat sidang putusan. Dalam perkara tersebut, Habib Rizieq  divonis 4 tahun penjara, sementara Andi Tatat dijatuhi hukuman satu tahun penjara. Seperti halnya Hanif, Habib Rizieq dan Andi juga menyatakan banding.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P