3
Netral English Netral Mandarin
16:07 wib
Sebanyak tujuh mantan kader Partai Demokrat yang baru saja dipecat bakal menggugat gugatan secara kolektif ke Pengadilan Negeri pekan depan. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal tersisa 41 perusahaan.
Soal Yahya Waloni, Ketua MUI: Perlu Dibina, Kecuali Kalau Tak Mau Ya...

Kamis, 18-Februari-2021 15:40

Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis.
Foto : NU Online
Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis.
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis di akun Twitternya ikut berkomentar soal ceramah Ustaz Yahya Waloni yang kerap menjadi kontroversi.

Awalnya, Cholil menyebut bahwa sebelum menjadi ustaz atau berceramah tentang ajaran Islam, seorang mualaf harusnya lebih dulu banyak belajar untuk tahu tentang Islam.

"Saya pernah komentar tentang muallaf, bahwa ia orang yang baru masuk Islam sehingga tak banyak tahu tentang Islam," tulis @cholilnafis, Rabu (17/2/2021).

"Sampaikan soal mengapa ia memilih Islam tapi jangan ceramah ajaran Islam yang tak dia ketahui," sambungnya dengan menautkan link video berjudul "Belajar Dulu, Muallaf Jangan Keburu Jadi Ustadz".

Cuitan Cholil itu dikomentari sejumlah netizen. Salah seorang netizen pun bertanya soal ceramah Ustaz Yahya yang kerap menimbulkan kontroversi. Yahya diketahui merupakan seorang mualaf.

Adapun netizen itu meminta pendapat Cholil terkait ceramah Ustaz Yahya yang baru-baru viral lantaran mengaku sengaja menabrak seekor anjing hingga pincang.

"Pak Kiyai, bagaimana pendapatnya tentang yang ini ?" tanya netizen @AimanJudakusum1 dengan menautkan video ceramah Yahya Waloni.

Mendapat pertanyaan demikian, Cholil menyebut jika penceramah yang disinggung netizen itu harus dibina dan dibimbing.

Pasalnya, Cholil menegaskan, mualaf harus belajar lebih dulu dan jangan buru-buru jadi ustaz. Ia pun mengingatkan bahwa seorang mualaf juga tidak boleh menjelekkan agama sebelumnya.

Lebih jauh, Cholil menghimbau kepada umat untuk lebih selektif dalam mencari penceramah.

"Muallaf harusnya belajar dulu jangan buru-buru jadi Ustadz. Masyarakat pun hendaknya cari penceramah yang bisa ngaji dan berilmu. Ini perlu dibina dibimbing, kecuali kalau tak mau ya...," jawab @cholilnafis.

"Muallaf itu tak boleh menjelekani agama sebelumnya, tak boleh membenci mahkluk Allah meskipun anjing," jelasnya.

Sebelumnya, Yahya Waloni ramai diperbincangkan di media sosial gara-gara ceramahnya dalam sebuah video yang tayang di Hadits TV pada Sabtu (13/2/2021).

Dalam video itu, Yahya menceritakan jika dirinya pernah menabrak seekor anjing di sekitar wilayah perbatasan antara Riau dan Jambi, tepatnya di sebuah Kecamatan bernama Kemuning.

Yahya mengaku dengan sengaja menabrak anjing itu hingga pincanglantaran binatang tersebut haram.

"Ku tabrak juga satu ekor anjing, enggak tahu yang punya itu. Lari pincang kakinya. Kalau kambing saya masih rem, tapi ku lihat anjing, najis ku tembak satu kali depan-depan, talipat (terkapar)," ujar Yahya sembari memperagakan bagaimana anjing itu meringis kesakitan.

"Kalau kambing saya rem, kalau kambing saya rem, maksud saya mengerti?. Tapi karena saya lihat anjing, saya tabrak," ungkapnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani