Netral English Netral Mandarin
09:16 wib
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan vaksinasi COVID-19 kedua kalinya masih dengan vaksin Sinovac yang dilaksanakan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu (27/1/2021). Komjen Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Pelantikan ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.
Soroti Penembakan Anggota FPI, AA Bandingkan dengan Zaman SBY: Jangan ada Darah yang Tumpah

Selasa, 08-December-2020 12:30

Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief
Foto : RRI
Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief menyoroti kasus penembakan terhadap enam anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/2020) dini hari.

Menurutnya, semua kasus yang terjadi, termasuk tragedi penembakan, tergantung dari pimpinan, dalam hal ini presiden.

Ia pun membandingkan saat pemerintahan dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menangani masalah anak bangsa.



Saat itu, kata Andi, perintah SBY untuk menangani permasalahan anak bangsa tanpa ada darah dan nyawa. Demokrasi saat itu pun hidup.

"Semua itu tergantung Presidennya. Saya beruntung pernah menyaksikan bagaimana Pak SBY menangani masalah sesama anak bangsa. Perintahnya selalu jangan ada darah yang tumpah apalagi nyawa. Semua ikut, dari Kapolri, panglima TNI sampai jajaran terbawah. Demokrasi hidup," ata Andi dalam akun Twitternya, @AndiArief.

Sementara itu politisi Partai Gerindra Fadli Zon meragukan keterangan yang menyebut pengawal keluarga Habib Rizieq Shihab membekali diri dengan senjata api.

Ia pun menyesalkan kenapa enam pengawal Habib Rizieq harus ditembak mati.

"Kenapa sampai ada tembak mati? Memangnya mereka teroris? Polisi jangan gegabah gunakan senjata. Saya sangat yakin Pendukung Habib Rizieq cinta damai n tak dibekali senjata," tulis Fadli Zon dikutip dari akun Twitternya, Senin (7/12/2020).

Fadli Zon pun meminta agar kasus ini diusut tuntas agar polisi tidak melakukan abuse of power.

"Harus diusut tuntas. Jika berlebihan, maka polisi telah melakukan abuse of power. Kapolda harus bertanggung jawab," imbuhnya.

Seperti diketahui, terdapat dua kronologi berbeda antara polisi dan pihak Front Pembela Islam terkait insiden di ruas tol Jakarta-Cikampek yang disebut menewaskan enam pengawal keluarga Habib Rizieq Shihab.

Polisi menyebut pihaknya diserang dan ditembaki sehingga mereka balas menembak dan menewaskan enam anggota laskar. Sementara, pihak FPI punya pandangan berbeda.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani