Netral English Netral Mandarin
23:56wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Spirit Api Sumpah Pemuda Tak Boleh Meredup Sedikit Pun!

Kamis, 28-Oktober-2021 18:40

Ketua DPR RI, Puan Maharani
Foto : Istimewa
Ketua DPR RI, Puan Maharani
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan generasi muda untuk terus menggaungkan semangat kebhinekaan dan persatuan, sebagimana pertama kali dicetuskan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 silam.

Puan mengatakan, spirit bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu yaitu Indonesia yang digelorakan para pemuda nusantara pada 93 tahun lalu, juga harus menjadi spirit kaum muda bangsa saat ini.

“Spirit api Sumpah Pemuda tidak boleh padam, bahkan tidak boleh meredup sedikit pun," kata Puan dalam keterangannya terkait peringatan ke-93 Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021).

"Untuk itu, generasi muda penerus masa depan bangsa, jangan pernah bosan untuk berbicara tentang kebhinekaan dan persatuan,” sambung Puan.

Menurutnya, ketika bangsa ini berhenti bicara tentang kebhinekaan yang menjadi sumber kekuatan dalam persatuan, maka pada saat itulah tunas-tunas perpecahan mulai tumbuh.

“Sebaliknya saat kita terus merawat persatuan, maka Indonesia bisa akan terus maju,” ujar mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu.

Puan juga mengingatkan bahwa keberagaman di Indonesia justru harus menjadi sumber kekuatan dan persatuan, bukan perpecahan.

“Kebhinekaan di Indonesia kita lihat sebagai berkah, bukan sumber sumpah serapah,” tegas Ketua DPP PDIP itu.

Lebih jauh, Puan mengatakan, DPR sebagai representasi keterwakilan rakyat, akan jeli melihat setiap tantangan dalam upaya merawat persatuan Indonesia.

DPR, lanjutnya, juga akan menjadi garda utama penjaga api semangat nasionalisme dan persatuan, dengan terus konsisten menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat dari Sabang sampai Merauke.

“Sebab seperti kata Bung Karno, bahwa sejak awal kita ingin mendirikan suatu negara semua buat semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi semua buat semua. Kita mendirikan satu negara kebangsaan Indonesia,” pungkasnya.

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P

Berita Terkait

Berita Rekomendasi