Netral English Netral Mandarin
21:42wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Sub Varian Delta Bikin Kasus COVID-19 Kembali Melonjak, Warga DKI Diminta Tetap Patuh Prokes

Minggu, 24-Oktober-2021 04:00

Penerapan prokes di kereta rel listrik Jabodetabek.
Foto : KRL Commuterline
Penerapan prokes di kereta rel listrik Jabodetabek.
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan masyarakat yang berada di DKI Jakarta untuk waspada dan hati-hati akan munculnya mutasi COVID-19, subtipe varian baru Delta COVID-19 yang disebut AY.4.2.

Varian ini dinilai lebih berbahaya dan telah telah menyerang India, Inggris, dan Rusia, bahkan subvarian ini disinyalir menjadi penyebab lonjakan kasus di negara-negara tersebut.

"Ya, justru itu kita tahu selalu ada saja varian-varian baru terkait penyebaran virus COVID-19, dan juga berbagai jenis yang masuk ke Indonesia, ada Delta, dan sebagainya. Jadi, kami minta semuanya berhati-hati, masa pandemi ini belum selesai, kita masih harus bekerja keras, berjuang bersama kompak bersama-sama," ujar Riza di Balai Kota Jakarta, Sabtu (24/10/2021).

Terlebih, kata Riza, saat ini sudah terjadi pelonggaran-pelonggaran kegiatan masyarakat selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 hingga 1 November 2021.

Menurut Riza, potensi penularan COVID-19 dari berbagai mutasi atau varian akan makin tinggi seiring dengan meningkatnya interaksi masyarakat.

"Jadi, tetap laksanakan protokol kesehatan secara patuh, taat, disiplin, dan bertanggung jawab. Harus bisa menahan diri, jangan anggap enteng dan tidak boleh kendor," tutur Riza, seperti dilansir dari Antara.

Sebelumnya, diketahui bahwa subtipe varian baru Delta COVID-19 yang disebut AY.4.2 telah menginfeksi sebagian warga di sejumlah negara, seperti India, Inggris, dan Rusia.

Bahkan, varian Delta plus AY.4.2 ini disinyalir menjadi penyebab lonjakan kasus COVID-19 di Inggris dan Rusia belakangan ini.

Varian ini juga dinilai lebih berbahaya dan lebih cepat menular dari varian Delta sendiri.

 

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi