Netral English Netral Mandarin
05:50 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Sudah Siapkah Anda Liburan ke Bali, Cek Tempat Menarik Selama Pandemi

Sabtu, 12-December-2020 11:50

Bali siap menyambut kedatangan turis lokal.
Foto : Forpawar
Bali siap menyambut kedatangan turis lokal.
15

NUSA DUA, NETRALNEWS.COM -Pengaktifan kembali atau re-aktivasi pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) dinilai memerlukan sinergi berbagai pihak termasuk koordinasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta kesiapan penerapan protokol kesehatan yang memenuhi standar di setiap destinasi.

Untuk kepentingan itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Organisasi Pariwisata PBB (UNWTO) membahas upaya pembukaan kembali perjalanan wisata internasional ke Bali.

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan karena dalam hal ini, Kemenparekraf tidak bisa berjalan sendiri, perlu dukungan dan kerja sama dari kementerian/lembaga lainnya.



"Dengan adanya dukungan dari Kemenlu dan UNWTO ini diharapkan pariwisata khususnya di Bali bisa segera bangkit dan border perjalanan wisatawan mancanegara dibuka kembali,” kata Ni Wayan Giri, dalam siaran persnya, Sabtu, (12/12/2020).

Ni Wayan Giri mengatakan dalam rangka persiapan untuk pembukaan perjalanan bagi wisatawan mancanegara, Kemenparekraf telah mengeluarkan panduan protokol kesehatan berbasis CHSE (_Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability_) untuk industri pariwisata dan ekonomi kreatif, seperti hotel, restoran, pelaksanaan kegiatan event, MICE, dan industri kreatif lainnya.

“Panduan ini mengacu pada protokol kesehatan yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan kementerian/lembaga lain, serta mengadopsi peraturan protokol kesehatan yang dikeluarkan oleh organisasi dunia seperti, WHO dan UNWTO. Hal ini perlu dilakukan sebagai tahap persiapan dalam menyambut wisatawan mancanegara,” jelas Ni Wayan Giri.

Selain itu, Kemenparekraf menargetkan sebanyak 6.606 pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif tersertifikasi InDOnesia CARE atau disingkat I DO CARE untuk pelaku usaha yang dengan komitmen kuat dalam menerapkan protokol kesehatan CHSE.

“Untuk Bali, ditargetkan sebanyak 1.000 pelaku usaha yang mendaftar. Sampai saat ini telah ada 666 pelaku usaha yang sudah selesai disertifikasi secara gratis, terdiri dari 313 hotel dan 353 non-hotel,” ujar Ni Wayan Giri.

Ni Wayan Giri berharap seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang tergabung di dalam unsur pentahelix, yaitu akademisi, bisnis, community, goverment, dan media dapat saling mendukung dalam penerapan protokol kesehatan sehingga dapat meningkatkan keyakinan wisatawan untuk berkunjung kembali ke Indonesia. Kehadiran pejabat UNWTO secara langsung ke Bali adalah bukti nyata, tahapan persiapan pembukaan kembali Bali untuk wisatawan internasional telah dilaksanakan dengan benar.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu, Febrian Alphyanto Ruddyard, mengatakan dukungan dan kerja sama multilateral memainkan peranan penting, khususnya dalam pembangunan semua sektor termasuk pariwisata global di masa pandemi ini.

 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sulha Handayani