Netral English Netral Mandarin
22:17wib
Ahli patologi klinis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto menduga bahwa varian Omicron sudah masuk Indonesia. Sebanyak 10.000 buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di tiga tempat, yakni Istana Kepresidenan, Mahkamah Konstitusi, dan Balai Kota DKI Jakarta, hari ini.
Sukmawati Boleh Tak Patuhi Islam, Mustofa: Sudahlah Bu kalau Sudah Murtad Lebih Baik Fokus ke...

Kamis, 28-Oktober-2021 10:15

Sukwamati Soekarnoputri
Foto : Democrazy
Sukwamati Soekarnoputri
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sukmawati Soekarnoputri mengaku diperbolehkan tak patuhi Islam oleh ayahandanya, mendiang Presiden Soekarno. 

Namun, politikus Partai Ummat justru memberikan sindiran pedas  kepadanya.

“Sudahlah Bu. Kalau sudah murtad, lebih baik fokus ke agama baru. Kalau terus menerus masih seperti semula perilakunya, bisa menimbulkan persoalan baru,” kata Mustofa Nahrawardaya, Kamis 28 Oktober 2021. 

“Fokus persiapan hari tua, dan  lupakan agama lama,” imbuh Mustofa.

Untuk diketahui, Putri Presiden Pertama RI, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, resmi memeluk agama Hindu setelah menjalani upacara Sudhi Wadani.

Sukmawati menyebut ayahnya, Sukarno atau Bung Karno, membebaskan anak-anaknya untuk memilih agama yang dianut.

"Jadi kalau di agama tak jadi masalah, nggak dipaksakan. Anak-anak (Bung Karno) juga silakan (memilih agama), nggak mesti mengikuti Islam dengan patuh sekali, dengan taat sekali. Terserah bagaimana panggilan jiwa dan kemampuan peribadi masing-masing," kata Sukmawati saat konferensi pers di The Soekarno Center, Kabupaten Gianyar, Bali, Selasa (26/10/2021).

Bagi Sukmawati, Bung Karno merupakan sosok yang sangat Pancasilais, yang mengajarkan kebinekaan harus menjadi prinsip utama bagi warga negara Indonesia.

"Semakin banyak (kebinekaannya) semakin bagus ilmu pengetahuannya. Jadi itu arahan (atau) beliau ajaran beliau," terang Sukmawati.

Kemudian untuk agama pun demikian. Bung Karno mengajarkan bahwa Indonesia itu memang beragam dan harus bertoleransi satu sama lain.

Mereka yang mayoritas tidak boleh angkuh dan kemudian tidak bertoleransi dengan agama minoritas.

Menurut Sukmawati, mereka yang mayoritas harus mempunyai rasa toleransi yang baik.

Sebab, dalam berbangsa, semua masyarakat ini bersaudara di seluruh kepulauan Indonesia.

"Jadi itu yang selalu ditanamkan Bung Karno ya," tegas Sukmawati.

Sukmawati menuturkan, Bung Karno mempunyai ajudannya yang beragama Kristen Katolik.

Saat memulai jamuan makan dan dipersilahkan untuk berdoa, Bung Karno kerap memilihnya untuk memimpin doa.

"Dipilih yang memimpin (doa) itu bukan yang agama bukan Islam, silakan yang Khatolik menyampaikan doa di agamanya yang diajak untuk memimpin (doa makan)," jelas Sukmawati. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi