Netral English Netral Mandarin
17:33wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Sumur Kuno Berusia Ratusan Tahun Ditemukan Warga Tulungagung Secara Tak Sengaja, Begini Penampakannya

Sabtu, 29-Mei-2021 01:15

Warga menunjukkan sumur kuno yang diduga peninggalan era Kerajaan Majapahit di areal persawahan Desa Wajak Lor, Tulungagung, Jumat (28/5/2021).
Foto : ANTARA/Dok.pribadi
Warga menunjukkan sumur kuno yang diduga peninggalan era Kerajaan Majapahit di areal persawahan Desa Wajak Lor, Tulungagung, Jumat (28/5/2021).
23

TULUNGAGUNG, NETRALNEWS.COM - Warga di Desa Wajak Lor, Tulungagung, Jawa Timur tak sengaja menemukan sebuah sumur kuno yang lokasinya ada di tengah areal persawahan desa setempat.

"Kami baru mendapat laporannya kemarin (Kamis, 27/5). Kondisinya masih utuh dengan lingkungan sekitar terdapat tanaman mojo," kata Kasi Pelestarian Cagar Budaya Museum dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Winarto, Jumat (28/5/2021) seperti dilansir Antara. 

Hasil pemeriksaan awal, sumur kuno dengan diameter sekitar 60 centimeter itu memiliki kedalaman 180 centimeter. Sumur dengan ukuran lingkar tergolong kecil itu dibuat dengan enam jobong yang diyakini berusia ratusan tahun.

Dugaan sumur kuno didasarkan pada bahan yang digunakan untuk pembuatan sumur yang terbuat dari gerabah atau disebut “jobong”.

Jobong-jobong inilah yang membentuk sumur, berfungsi sebagai penyangga dinding agar tidak ambrol/runtuh.

Saat ini, jobong-jobong tersebut masih kelihatan utuh dengan ketebalan sekitar satu centimeter, tinggi sekitar 60-70 centimeter dan diameter 60 cm.

Di sekitar sumur banyak ditemukan pohon mojo yang buahnya berasa pahit dan rimbunan pohon pisang.

Menurut penjelasan Winarto, pohon mojo dapat dikenali dengan mudah dari buahnya yang berwarna hijau terang, mirip jeruk Bali namun rasanya pahit.

Pohon ini sering muncul dalam kisah-kisah awal munculnya Kerajaan Majapahit.

Penemuan sumur ini kata Winarto bermula saat warga membersihkan area sekitar sumur, untuk digunakan sebagai lapangan. Sumur ini tertutup semak-semak.

Rencananya, sumur ini akan dikaji dengan menggandeng BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Trowulan, Mojokerto Jawa Timur. 

"Kalau bisa dipertahankan, kita akan berkoordinasi dulu dengan desa," kata Winarto. 

Reporter : Antara
Editor : Sesmawati