Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:17wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Survei Y-Publica: Elektabilitas PDIP Tetap di Puncak Meski Turun 4 Bulan Beruntun, Demokrat Berpotensi Menyulitkan di 2024

Rabu, 24-Februari-2021 16:45

Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan.
Foto : pdiperjuangan.id
Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan.
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Temuan terbaru survei Y-Publica menunjukkan dalam empat bulan terakhir elektabilitas PDI Perjuangan menurun, sementara elektabilitas Demokrat dan PSI naik. 

"Elektabilitas PDIP sebagai partai berkuasa menurun, sedangkan Demokrat sebagai oposisi melesat, dibayangi oleh PSI di papan tengah,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (24/2/2020). 

Ia memaparkan, pada survei yang dilakukan pada Maret hingga Oktober 2020, PDIP jauh memimpin dengan elektabilitas di kisaran 30 persen, kini turun jauh menjadi 23,4 persen. Demokrat yang sebelumnya di kisaran 3 persen, kini melejit menjadi 7,2 persen. 

Kemudian di tengah wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold, atau PT) menjadi 5 persen, PSI berhasil mengamankan posisi dengan kenaikan elektabilitas dari kisaran 2 hingga 4 persen menjadi 5,1 persen. 

Baca Juga :

Menurut Rudi, tantangan berat sedang dihadapi oleh PDIP yang kini memimpin koalisi pemerintahan Jokowi periode kedua. "Badai korupsi yang melanda menteri dan sejumlah tokoh dari PDIP menjadi ujian serius bagi partai berkuasa tersebut," kata Rudi.

Keberhasilan PDIP memenangkan pemilu dua kali berturut-turut memang memantapkan posisi sebagai partai terbesar. Bahkan, diyakini PDIP bisa mencetak rekor menang tiga periode pada Pemilu 2024 mendatang. 

"Tetapi melesatnya elektabilitas partai oposisi, dalam hal ini diwakili Demokrat, bisa menyulitkan langkah PDIP pada 2024, sehingga tidak akan berjalan mulus, bahkan mungkin PDIP harus melalui jalan terjal dan berdarah-darah," ujar Rudi. 

Tidak heran, berbagai cara dilakukan PDIP, dari mengusulkan kenaikan PT hingga mengundurkan jadwal Pilkada 2022 serta mempertahankan presidential threshold. "Jika Demokrat bisa memimpin oposisi, tidak tertutup kemungkinan strategi PDIP bisa buyar," jelasnya, seperti dilansir Antara.

Survei Y-Publica dilakukan pada 5-15 Februari 2021 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error sekitar 2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut adalah urutan elektabilitas partai politik pada bulan Februari 2021:

PDIP 23,4 persen

Gerindra 12,1 persen

Golkar 8,0 persen

Demokrat 7,2 persen

PKS 6,3 persen

PKB 5,7 persen

PSI 5,1 persen

Nasdem 3,7 persen

PPP 2,2 persen

Ummat 1,2 persen

PAN 1,0 persen

Hanura 0,5 persen

Perindo 0,4 persen

Gelora 0,2 persen

Berkarya 0,1 persen

PBB 0,0 persen

Garuda 0,0 persen

PKPI 0,0 persen

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP