Netral English Netral Mandarin
21:13wib
Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila (PP) Arif Rahman mengatakan pihaknya tidak pernah didatangi oleh Kapolda atau Kapolres yang baru dilantik di daerah. Baca artikel CNN In Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Ahmad Riza Patria memastikan tidak akan menghadiri kegiatan Reuni 212.
Survei: Ganjar Salip Prabowo, Ridwan Kamil Ungguli Anies, Airlangga dan Puan di Papan Bawah

Rabu, 20-Oktober-2021 22:45

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Foto : Jatengprov.goid
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertinggi dalam survei terbaru bursa capres 2024 yang dirilis oleh Center for Political Communication Studies (CPCS).

Elektabilitas Ganjar menyalip Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerindra itu yang kerap menduduki posisi puncak, kini turun ke posisi kedua.

Hasil survei CPCS yang dirilis pada Rabu (20/10/2021) menunjukkan, elektabilitas Ganjar Pranowo sebesar 17,2 persen, sementara Prabowo Subianto 16,4 persen.

Survei CPCS ini dilakukan pada 5-15 Oktober 2021, melibatkan 1.200 responden dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Ganjar berhasil menyalip Prabowo dalam bursa calon presiden 2024," kata Direktur CPCS Tri Okta melalui keterangan tertulisnya, dikutip dari Antara.

Posisi ketiga ditempati Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan meraih suara sebesar 13,5 persen, diikuti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 8,5 persen, kemudian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno 7,5 persen.

Tokoh-tokoh lain yang masih masuk dalam 10 besar, yaitu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (5,2 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (4,3 persen), Menteri Sosial Tri Rismaharini (4 persen), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (2,7 persen), dan Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Giring Ganesha (2,1 persen).

Sementara itu tingkat elektabilitas Ketua DPR Puan Maharani 1,8 persen, Menko  Polhukam Mahfud MD 1,5 persen, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto 1,3 persen, eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti 1,1 persen, dan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko 1 persen.

"Puan dan Airlangga masih bergerak di papan bawah, meskipun ada publikasi yang masif lewat pemasangan baliho di berbagai daerah,” ujar Tri Okta.

Dari hasil itu, Okta berpendapat tren elektabilitas Prabowo cenderung turun, sementara Ganjar cenderung naik. Walaupun demikian, peluang Ganjar maju jadi calon presiden masih terhambat oleh kontestasi di internal partainya, PDIP, yang sejauh ini cenderung menjagokan Puan Maharani.

Oleh karena itu, Okta mengusulkan PDIP sebaiknya mempertimbangkan kembali calon yang akan diusung untuk maju dalam pilpres 2024.

“Jika berkaca dari kasus Joko Widodo pada 2014, PDIP harus mempertimbangkan pemilihan tokoh yang tepat untuk bisa memastikan kemenangan pada 2024,” terang Okta.

Okta menambahkan, meskipun PDIP berpeluang unggul dalam perolehan suara, namun partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu masih menghadapi problem kontestasi dan masalah regenerasi kepemimpinan dalam internal partai.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi