Netral English Netral Mandarin
15:35 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Tabir Gelap dan Tinggi Tutupi Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Anggota DPRD: Ada Apa Ini?

Sabtu, 28-November-2020 18:30

Rumah dinas Wali Kota Surabaya.
Foto : antaranews.com
Rumah dinas Wali Kota Surabaya.
7

SURABAYA, NETRALNEWS.COM - Pagar rumah dinas Wali Kota Surabaya di Jalan Wali Kota Mustajab, Kota Surabaya, Jawa Timur terlihat ditutup tinggi dengan tabir fiber gelap, dan disoro kalangan warga Surabaya.

"Kemarin Jalan Sedap Malam yang merupakan akses menuju Balai Kota ditutup. Penghuni rumah di jalan ini dan pegawai pemkot terpaksa memutar. Kini pagar rumah dinas ditutup fiber gelap. Ada apa ini?" kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni di Surabaya, Sabtu (28/11/2020).

Ia mengatakan, dengan pagar tinggi itu warga tidak bisa lagi melihat halaman atau teras rumah dinas dari luar. Bahkan pegawai Pemkot Surabaya yang setiap hari melintas di areal Rumah Dinas Wali Kota itu juga kaget.



Arif Fathoni yang disapa Toni ini juga tak habis pikir dengan fenomena di ujung berakhirnya jabatan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan menjelang Pilkada Surabaya 2020 ini.

Seharusnya, ujar Toni, sebagai pemimpin daerah Kota Surabaya lebih terbuka kepada rakyatnya, bukan malah menutup diri hingga pagar rumah dinas pun ditutup tinggi.

"Tidak berlebihan jika hal ini malah menimbulkan kecurigaan warga. Apa ada yang tidak beres sehingga akses dan pagar rumah dinas harus ditutup," tegasnya.

Menurutnya, kalau untuk mengantisipasi dampak aksi demo, bukankah demo Omnibus Law, demo Habib Rizieq, atau demo lain juga sudah selesai. Mestinya akses menuju Balai Kota dibuka lagi dan pagar rumah dinas tidak perlu ditutup tinggi

Ia juga berperdapat bahwa selama ini Risma mencitrakan diri sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat. Namun di akhir periodenya justru mengambil jarak dengan rakyat dengan menutup akses jalan balai kota dan mempertinggi pagar rumah dinas.

Seperti dilansir Antara, anggota Komisi A ini menjadi saksi kalau rumah dinas wali kota sejak jaman Wali Kota Cak Narto tidak pernah ditinggikan dan ditutup seperti sekarang. Hanya di era Risma bikin hal-hal yang mengundang kecurigaan.

Ia pun mempertanyakan, apa benar situasi keamanan menjelang Pilkada Surabaya 2020 sudah sedemikian genting sehingga akses ditutup.

Sebagai informasi, Pilkada Surabaya 2020 diikuti pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji. Paslon nomor urut 01 tersebut diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI. Selain itu mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari enam partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Sementara itu, pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut 02 diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai non-parlemen yakni Partai Perindo. 
 

Reporter : irawan
Editor : irawan