Netral English Netral Mandarin
03:29wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Tagar 'Kelebihan Bayar' Trending Topic: Anies Gubernur Istimewa, KPK Tak Bernyali

Jumat, 06-Agustus-2021 12:50

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
53

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tagar #KelebihanBayar jadi trending topic di Twitter pada Jumat (6/8/2021) pagi ini.

Netizen melambungkan tagar tersebut dalam menyoroti berbagai kasus kelebihan bayar yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Adapun beberapa kasus kelebihan bayar Pemprov DKI Jakarta, seperti kelebihan bayar subsidi Rp415,9 miliar kepada PT Transjakarta pada tahun anggaran 2018 dan 2019.

Kemudian kelebihan bayar dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap on grid di sekolah negeri yang mencapai Rp1,12 miliar.

Kelebihan pembayaran pada dua Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik atau SPALD pada Sudin SDA Kabupaten Kepulauan Seribu senilai Rp1,59 Miliar. 

Selanjutnya kelebihan pembayaran atas belanja modal pengadaan alat-alat Angkutan Bermotor Lift atau Elevator pada Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo senilai Rp1,32 miliar.

Pemprov DKI juga kelebihan membayar masker respirator N95 sebesar Rp 5,8 miliar dari pos belanja tak terduga (BTT) APBD DKI 2020.

Terbaru yang tengah ramai dibicarakan netizen, yakni soal temuan BPK bahwa Pemprov DKI masih membayar gaji dan tunjangan kinerja daerah kepada pegawai mereka yang telah wafat atau pensiun pada tahun 2020. Total jumlah dana yang dibayarkan Rp 862,7 juta.

Rentetan masalah kelebihan bayar hingga memberi gaji dan tunjangan kepada pegawai yang sudah wafat oleh Pemprov DKI yang membuat netizen menggaungkan tagar #KelebihanBayar.

Dengan tagar itu, netizen mempertanyakan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Netizen menilai KPK seperti tak punya nyali untuk memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pasalnya, netizen berpendapat, kalau kelebihan bayar terjadi berulang kali maka itu bukanlah kelalaian melainkan unsur kesengajaan untuk melakukan tindakan korupsi.

Netizen juga mengatakan bahwa hanya di DKI Jakarta yang pejabatnya tidak tersentuh hukum, padahal sudah berkali-kali ditemukan kelebihan bayar oleh BPK.

Berikut sejumlah komentar netizen yang melambungkan tagar #KelebihanBayar, seperti dilihat netralnews.com di Twitter, Jumat (6/8/2021).

"Berkali kali Anies ketahuan kelebihan bayar, sampai skrg @KPK_RI baru berencana akan panggil tp blm terbukti, ada nyali gak sih lembaga antisurah ini.#KelebihanBayar," cuit @Urangawak.

"Kalau kejadiannya sudah berulang kali dan nominalnya juga fantastis, itu bukan kelalaian ataupun kelebihan bayar, melainkan memang ada niat untuk korupsi. @KPK_RI #KelebihanBayar," kata @seruanhl.

"Di daerah lain baru sekali kelebihan bayar langsung jadi tersangka korupsi, ini ada sampai dikasih gelar sama netizen duta #KelebihanBayar sampai sekarang diperiksa aja ga, apalagi jadi tersangka korupsi. Ga adil banget. (Emoji tertawa) @KPK_RI," tulis @ChusnulCh_.

"Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan masker dengan modus mark-up yang sebabkan kerugian negara Rp1,6 miliar. Di daerah lain namanya mark-up dan jadi tersangka korupsi, di DKI namanya cuma #KelebihanBayar dan dibiarkan (emoji tertawa) @KPK_RI @mohmahfudmd," ungkap @ChusnulCh_ dengan menautkan artikel berjudul 'Kasus Korupsi Masker Banten, Modus Mark-up Harga 3 Kali Lipat'.

"Istimewa tak tersentuh walaupun #KelebihanBayar. Kadrun kicep....KPK berwacana....BPK sekedar menemukan kelebihannya," kata @GarengHallu.

"Apa sih spesial nya pak gub satu ini,  #KelebihanBayar terus tidak pernah di sentuh oleh @KPK_RI ada apa dengan lembaga anti rasuah Indonesia ini," ujar @marv3llll.

"#KelebihanBayar jadi fenomena baru di DKI untuk lolos dari jerat hukum. Gimana @KPK_RI akankah mengusut yang dilaporkan @bpkri," ungkap @me_zhu_Yusra.

"BPK sudah banyak ungkap kasus #KelebihanBayar Pemprov DKI yang bau-bau modus korupsi. Apa @KPK_RI gak mau selidiki ini?," cuit @MurtadhaOne1.

"Hallo... @KPK_RI tanggepin dunkz...Drama #KelebihanBayar udah terlalu sering, bukankah ini suatu kesengajaan?!? Jangan dijadikan kebiasaan buruk...," beber @n1ckeff.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli