Netral English Netral Mandarin
12:28wib
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan melaporkan Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Mantap, Warga Agam Pakai Alat Penguat Sinyal Buatan Sendiri dengan Bahan Kuali agar Anak Lancar Belajar Daring

Kamis, 15-Juli-2021 05:00

Ilustrasi siswa belajar daring.
Foto : Antara
Ilustrasi siswa belajar daring.
8

BUKITTINGGI, NETRALNEWS.COM - Warga di Jorong Mudiak, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terpaksa harus membuat penguat sinyal dari barang bekas berupa kuali karena susahnya jaringan internet di daerah setempat.

"Jaringan internet sangat susah didapatkan, untuk itu saya mencoba membuat alat penguat sinyal dari barang bekas dengan rakitan kawat, idenya dari internet juga dan secara mandiri dibuat kemudian disebut jaringan kuali oleh warga di sini," kata warga yang membuat alat penguat sinyal, Hendri (36), Rabu (14/7/2021).

Dijelaskannya, alat penguat sinyal dari kuali itu sengaja dibuat untuk anak-anak dan warga sekitar yang kesusahan dalam belajar secara online dan mempermudah pekerjaan yang berhubungan dengan sinyal internet.

"Pernah juga sebelumnya saya beli alat penguat sinyal langsung kiriman dari luar negeri, tapi setelah dipasang tidak berfungsi di tempat ini," kata dia.

Hendri yang tamatan Sekolah Dasar itu kemudian mencari alat sederhana yang bisa dipakai untuk memperkuat sinyal dari kuali yang populer disebut wajan bolic.

Dengan alat sederhana yang dirakitnya itu, beberapa warga kemudian juga minta dibuatkan untuk dipasang di rumah mereka masing-masing.

Wali Jorong Mudiak, Nagari Koto Rantang Palupuah, Novri Agus Parta mengaku bangga dan mendukung kreativitas warganya itu dan berharap perhatian dari pemerintah dengan keadaan daerah yang butuh penguat sinyal.

"Sangat kami dukung kreativitas dari Hendri ini, barang bekas bisa disulap jadi alat penguat jaringan, keadaan daerah kami memang susah akan jaringan internet sejak dulu," kata dia.

Ia mengatakan Jorong Mudiak Nagari Koto Rantang Palupuah memang dari dulu tak tersentuh jaringan internet.

"Kami berharap agar cepat ditanggapi oleh pemerintah kabupaten atau provinsi dan pihak terkait lainnya mengingat dan menimbang untuk saat ini jaringan adalah kebutuhan utama, apalagi anak-anak kami sedang sekolah Dalam Jaringan (Daring)," kata dia, seperti dilansir Antara.

Ia menambahkan, sebanyak 250 Kepala Keluarga di Jorong Mudiak butuh jaringan internet ditambah lagi dengan adanya dua pabrik kapur Dolomite yang butuh pemasaran lewat internet.

Jorong Mudiak Palupuah terletak di Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Bukittinggi atau 120 kilometer dari Kota Padang.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP