Netral English Netral Mandarin
04:09wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Tahukah Anda, Manisnya Stevia Lebih Kuat 200 hingga 300 Kali dari Gula Tebu

Sabtu, 19-Juni-2021 17:12

Tanaman stevia dikenal sebagai pengganti gula.
Foto : Live Science
Tanaman stevia dikenal sebagai pengganti gula.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni) adalah salah satu tanaman yang termasuk dalam famili Compositae yang berguna sebagai tanaman obat. Tanaman yang daunnya menghasilkan rasa manis ini asalnya dari Paraguay, Amerika Selatan.

Seperti dikutip dari laman resmi Badan Litbang Kementerian Pertanian, Sabtu (19/6/2021) diketahui bahwa rasa manis pada daun stevia disebabkan kandungan steviosida dan rebaudisida.

A. Steviosida adalah senyawa glikosida diterpena dengan tingkat kemanisan 200-300 kali gula tebu. Rebausida A adalah derivat steviosida dengan kemanisan 1,2 - 1,5 rasa manis steviosida.

Steviol glycoside ini rendah kalori, non karsinogenik, sehingga baik bagi penderita obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Ciri-ciri stevia antara lain berbunga majemuk, berupa malai di ujung dan di ketiak daun, berwarna hijau, berbulu, berbagai lima, dan berbentuk terompet.

Kemudian, tangkai benang sari dan tangkai putihnya pendek, kepala sarinya berwarna kuning, sedangkan putih berwarna putih dan berukuran kecil, mempunyai biji tetapi sulit diperbanyak secara generatif karena ukuran biji yang kecil dan endospermnya sangat kecil serta ringan sehingga mudah diterbangkan angin.

Tanaman stevia umumnya diperbanyak secara kultur jaringan ataupun setek stum (Uddin, et al., 2006). "Perbanyakan melalui setek menghasilkan benih yang seragam tetapi jumlahnya terbatas," demikian laman tersebut.

Reporter : Irawan HP
Editor : Nazaruli