3
Netral English Netral Mandarin
11:10 wib
Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta. Pertumbuhan jumlah orang kaya raya atau crazy rich di Indonesia diproyeksi bakal melampaui China seiring dengan proses distribusi vaksin Covid-19 dilakukan.
Jelang Imlek 2021, Pemerintah China Minta Warganya Lakukan Hal Ini

Selasa, 02-Februari-2021 05:00

Ilustrasi
Foto : Wikipedia
Ilustrasi
0

BEIJING, NETRALNEWS. COM - Belanja online kemungkinan besar akan menjadi terobosan baru untuk pertumbuhan dan ukuran pasar di China, karena orang-orang didorong untuk tetap tinggal di dalam rumah mereka selama liburan Festival Musim Semi tahunan atau perayaan Tahun Baru Imlek 2021 untuk membendung penyebaran epidemi Covid-19.

"Saya telah membeli banyak makanan dan makanan ringan secara online, dan mungkin akan menghabiskan sebagian besar liburan saya dengan pesta makan dan menonton TV," kata Huang Jingjing, seorang pegawai bank yang memutuskan untuk tinggal di Beijing.

Festival Musim Semi, atau Tahun Baru Imlek China, adalah acara penting untuk reuni keluarga, yang jatuh pada 12 Februari tahun ini.

"Sayang sekali saya tidak akan merayakan liburan bersama keluarga saya, tetapi dengan begitu banyak pilihan hiburan rumah, saya tidak berpikir saya akan bosan atau kesepian," kata Huang.

Di China, preferensi konsumen telah bergeser ke arah e-commerce dan hiburan online serta pendidikan. 

Epidemi Covid-19, bagaimanapun, telah mempercepat tren dan terbukti menjadi keuntungan bagi perusahaan yang melayani kebutuhan ekonomi rumah tangga secara online. 

Dipicu oleh epidemi, penjualan online di China melonjak 14,8 persen dari tahun ke tahun menjadi 9,8 triliun yuan (sekitar 1,52 triliun dolar AS) pada tahun 2020, menjadikan China sebagai pasar ritel online terbesar di dunia selama delapan tahun berturut-turut.

Menjelang liburan Tahun Baru Imlek yang biasanya memicu pergerakan massal terbesar manusia di planet ini, pihak berwenang China menyarankan pekerja migran dan penduduk untuk tetap tinggal di rumah. 

Pemerintah berjanji untuk menjamin pasokan kebutuhan sehari-hari yang cukup dan meminta platform e-commerce dan perusahaan logistik untuk memastikan operasi normal selama periode tersebut.

"Kami berharap untuk melihat permintaan konsumsi di rumah terus meledak tahun ini, terutama selama liburan Tahun Baru Imlek," kata Wang Nian, seorang perwakilan Institut Ekonomi Pasar di bawah Pusat Penelitian Pengembangan Dewan Negara China. 

Platform pengiriman makanan online, termasuk Meituan dan El.me, bekerja dengan merek katering populer untuk meluncurkan makanan dalam kemasan atau setengah kemasan untuk liburan, sehingga generasi muda dapat merayakan festival tradisional dengan pesta yang mudah dibuat.

Pedagang juga menargetkan kelompok orang yang berbeda dengan menyediakan perlengkapan makan bawa pulang yang disesuaikan, seperti paket makan malam untuk satu orang dan paket makan malam reuni keluarga untuk enam hingga 10 orang, dalam upaya untuk menarik lebih banyak konsumen.

"Lonjakan konsumsi online akan menutupi penurunan konsumsi offline," kata Wang.

Belanja konsumen selama liburan Tahun Baru Imlek cenderung kurang dari tahun-tahun normal, karena langkah-langkah untuk mengurangi pergerakan orang. 

"Namun, mengingat basis perbandingan yang rendah pada tahun 2020, China masih akan melaporkan pertumbuhan konsumsi tahun-ke-tahun selama liburan,"kata Wang, seperti diberitakan Xinhua

Reporter : Tommy
Editor : Tommy Satria