3
Netral English Netral Mandarin
16:02 wib
Sebanyak tujuh mantan kader Partai Demokrat yang baru saja dipecat bakal menggugat gugatan secara kolektif ke Pengadilan Negeri pekan depan. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal tersisa 41 perusahaan.
Tahun Ini Cipinang Melayu Sudah 8 Kali Banjir, FH: Wah Parah! Gubernur yang Berbohong atau...

Jumat, 19-Februari-2021 16:05

Banjir di Cipinang Melayu
Foto : Okezone
Banjir di Cipinang Melayu
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wilayah Kebon Pala 2, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, sudah delapan kali dilanda banjir tahun ini. Warga berharap pemerintah daerah mengeruk Kali Ciliwung di dekat lokasi.

Mantan politikus Demokrat, Ferdinand Hutahaean langsung mengomentari hal itu.

"Ohhh sudah 8 kali toh Cipinang Melayu kebanjiran tahun ini? Kenapa Gubernurnya berani bgt posting di medsos Cipinang Melayu setelah bertahun2 banjir tahun ini tdk kebanjiran?" katanya.

"Wahhhh parah..!! Gubernur yang berbohong atau Cipinang Melayu nya berbeda?" imbuh Ferdinand.

Sebelumnya diberitakan, Ketua RT 13 RW 4, Kebon Pala 2, Kampung Melayu, Sanusi, mengatakan wilayahnya memang sering terendam banjir setiap tahun. Tahun ini saja, kata dia, sudah delapan kali dilanda banjir.

"Tertinggi kemarin ya, seminggu lalu kedalaman 3 meter. Banjir tahun ini udah kedelapan kali," kata Sanusi kepada wartawan di lokasi, Jumat (19/2/2021).

Dia mengatakan banjir tak hanya merendam RT 13. Banjir juga merendam rumah warga di RT 10 dan 11 di RW 5 Kebon Pala 2, Kampung Melayu.

Sanusi menyebut warga memang telah mengantisipasi datangnya air setiap musim hujan. Namun, kata dia, hingga kini belum pernah ada penanganan serius dari pemerintah daerah untuk menangani banjir di wilayahnya.

"Dialog (penanganan banjir) kayaknya belum ada. Kalau di sini banjir pertama, pulang (air surut) terakhir daerah sini," katanya.

Dia berharap pemerintah mengeruk Kali Ciliwung di dekat lokasi. Sebab, hingga saat ini kali yang menjadi penyebab banjir belum pernah dikeruk.

"Ya pertama pengerukan dulu, baru adain normalisasi. Selesai pengerukan, baru normalisasi. Kalaupun ada normalisasi, belum tentu bisa meredam banjir juga, karena kali kan semakin dangkal. Kalau pemerintah mau, ya pengerukan dulu," ujarnya seperi dilansir Detik.com.

Seperti diketahui, banjir masih merendam rumah warga di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur (Jaktim) siang ini. Ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Di RT 13 RW 4, Kebon Pala 2, Kampung Melayu, Jatinegara, sekitar pukul 11.30 WIB, banjir tampak terlihat setinggi pinggang orang dewasa. Terlihat warga masih ada yang bertahan di rumah masing-masing. Mereka berada di lantai 2 rumah.

Namun ada juga warga yang terlihat tengah mengamankan sejumlah barang agar tak terendam banjir. Mereka membawa barang tersebut ke rumah kerabat di dataran yang lebih tinggi dan tidak terendam banjir.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto