Netral English Netral Mandarin
16:29wib
Kemunculan varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529) makin menggemparkan dunia sejak ia pertama kali diumumkan beberapa waktu lalu. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga meminta Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk tidak bertindak selayaknya Direktur Utama (Dirut).
Tak akan Timbulkan Kerugian, Komisi B DPRD DKI: Formula E Berikan Stimulus Ekonomi

Senin, 18-Oktober-2021 14:40

Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz
Foto : Istimewa
Ketua Komisi B DPRD DKI, Abdul Aziz
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pagelaran ajang balap mobil listrik, Formula E diyakini tidak akan menimbulkan kerugian. Sebaliknya, akan memberikan stimulus ekonomi bagi masyarakat, salahsatunya pelaku usaha.

Ha itu dikatakan Ketua Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta, Abdul Azis menjawab keraguan beberapa pihak yang menilai Pemprov DKI akan mengalami kerugian.

"Tidak ada kerugian, ini kan banyak orang mempermasalahkan karena komitmen fee tidak dikembalikan sehingga dianggap hilang, tapi kan kenyataannya tidak hilang," kata Aziz di Jakarta, Senin (18/10/2021).

Sebelumnya banyak pihak yang mempertanyakan tak ada pengembalian komitmen Fee akan membuat Pemprov DKI merugikan. Ditambah lagi adanya biaya pelaksanaan per tahun ajang Formula E.

Dijelaskan Aziz, dana komitmen fee yang disebut DKI hanya sebesar Rp560 miliar tidak hilang, melainkan akan digunakan oleh pihak FEO untuk melaksanakan balap mobil listrik itu, termasuk mendatangkan staf, biaya akomodasi, hingga membuat event-event yang terkait Formula E.

"Jadi itu merupakan ongkos dan akomodasi untuk operasional FEO saat menggelar Formula E di Jakarta, sehingga (bisa dibilang) uang itu akan kembali pada masyarakat Jakarta dalam bentuk sewa hotel dan sebagainya," ujarnya.

Selain itu, kata dia, komitmen fee tersebut juga yang senilai Rp560 miliar itu adalah untuk semua tahun penyelenggaraan Formula E, sehingga tidak akan ada lagi biaya tambahan dari APBD untuk pelaksanaan Formula E untuk tahun 2022, 2023 dan 2024.  

Pemprov DKI menyebut bahwa biaya komitmen fee tersebut telah dibayarkan dengan berasal dari APBD 2019 sebelum adanya pandemi COVID pada 2020. Yang tersisa, hanyalah biaya pelaksanaan per tahun sekitar Rp150 miliar. Namun biaya pelaksanaan per tahun itu, tidak akan dibayarkan menggunakan APBD, tapi akan bersumber dari sponsorship yang akan dilakukan oleh Jakpro.

Aziz juga meyakini Formula E akan memberikan stimulus ekonomi dan multiplier efek pada perekonomian Jakarta termasuk pada UMKM (dengan berbagai event dan program selama gelaran), serta memberikan manfaat reputasional berupa citra Indonesia dan Jakarta yang semakin baik sehingga menstimulus turisme dan investasi.

Aziz menyebut DPRD DKI akan mendalami detail keuntungan ekonomi yang didapat dari gelaran Formula E ini, mengingat saat ini Jakarta dan Indonesia masih dihantam Covid-19 dan kajian yang dimilikinya merupakan kajian sebelum Covid-19 yang menyebutkan bakal ada pergerakan ekonomi Rp1,2 triliun.

Akan tetapi, Aziz belum bisa membeberkan kapan waktu pasti rapat tersebut digelar, karena DPRD DKI sendiri saat ini tengah membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022 yang diharuskan selesai November 2021 ini. "Nah jika pembahasan APBD 2022 selesai baru bisa dibahas lagi. Kemungkinan November 2021, jika selesai APBD 2022 langsung dijalankan," tuturnya.

Sebelumnya, Provinsi DKI Jakarta resmi menjadi tuan rumah balap mobil listrik ABB FIA Formula E pada 2022 berdasarkan penetapan FIA World Motor Sport Council di Paris, pada Jumat (15/10/2021) waktu setempat. Ketetapan tersebut sekaligus meratifikasi kalendar balapan musim ke-8 tahun 2021/2022.

Dalam video yang dibagikan khusus untuk penggemar olahraga otomotif di Indonesia, Chief Championship Officer sekaligus Co-founder Formula E, Alberto Longo, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi Indonesia. 

Longo juga menekankan pentingnya Jakarta E-Prix bagi Indonesia dan ABB Formula E. Longo juga mengapresiasi upaya Presiden Joko Widodo dalam mengurangi ketergantungan Indonesia pada energi konvensional, dan beralih pada energi ramah lingkungan, sebuah filosofi yang senada dengan pandangan FEO.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP

Berita Terkait

Berita Rekomendasi