Netral English Netral Mandarin
23:36wib
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno memastikan kebijakan karantina berlaku untuk semua tim MotoGP 2022 tanpa terkecuali. Pemerintah memutuskan memberi nama ibu kota negara baru Indonesia dengan istilah Nusantara. Pemberian nama tersebut dinilai terkesan Jawa Sentris.
Tak Disangka, Ternyata Ini yang Disukai Kuntilanak

Kamis, 25-November-2021 20:45

Ilustrasi sampah pembalut di teluk Jakarta
Foto : Genci News
Ilustrasi sampah pembalut di teluk Jakarta
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kematian dan alam kehidupan setelah kematian adalah misteri yang tak pernah mampu diungkap manusia. Kisahnya ada banyak rupa namun tetap saja selalu berakhir dengan kesimpulan serba misteri.

Antara fakta, nyata, dan percaya atau tidak akhirnya kembali kepada diri kita masing-masing. Untuk melihat masalah tersebut ada banyak cara, baik melalui kacamata agama, ilmu kebatinan, maupun dengan pendekatan metafisika. Anda bebas memilihnya.

Di mata masyarakat Indonesia sendiri, banyak yang meyakini ada alam dan kehidupan lain di samping kita. Pintu memasuki alam tersebut adalah “kematian.”

“Ya, setelah ada yang meninggal dan jasadnya ditemukan di muara Banjir Kanal Timur atau BKT sekarang, ada saja kejadian misterius. Namun, kebanyakan yang saya saksikan adalah penampakan sosok perempuan penunggu Teluk Jakarta. Ya, mungkin itulah kuntilanak,” tutur Reza (52), seorang warga Jakarta Utara yang tinggal tak jauh dari muara BKT.

Ia memiliki banyak pengalaman tentang angkernya Teluk Jakarta. Saat kecil, ia sudah beberapa kali melihat langsung penampakan kuntilanak yang ia sebut-sebut sering menggoda para nelayan Teluk Jakarta.

“Sekitar tahun 1970, saya sudah kelas empat SD. Saya ingat betul, hari itu warga heboh dengan penemuan mayat perempuan yang terbungkus dalam karung, korban pembunuhan. Perempuan itu diketahui sebagai WTS di daerah Mangga Dua. Pelaku pembunuhan kalau tak salah adalah preman setempat yang sakit hati. Anehnya, malam setelah penemuan mayat perempuan itu, saya melihat penampakan sosok kuntilanak di bagan penangkapan ikan milik bapak saya,” kenang Rizal kepada Netralnews, Rabu (24/11/2021).

Namun, Rizal tak yakin apakah penampakan sosok yang menurut ayahnya sebagai kuntilanak, ada kaitannya dengan jasad perempuan yang ditemukan di muara yang kini dinamakan BKT.

“Ya ndak tahu pastinya. Hanya, penampakan hanya selisih sehari. Anehnya lagi, karena saya diminta bapak tak boleh takut, malam itu kami justru panen ikan,” kata Rizal yang mengaku dahulu menangkap ikan sangat mudah di Teluk Jakarta. Sementara sekarang sudah sangat sulit dan jumlahnya tak sebanyak dulu.

“Ada satu lagi hal yang sering saya ingat dari pesan bapak,” masih kata Rizal. “Saya selalu diminta segera cuci tangan dan baca doa pengusir setan begitu memegang kain yang hanyut di laut. Apalagi kalau sampai memegang pembalut wanita yang dibuang di sungai dan hanyut ke laut. Itu pertanda sial. Kalau sedang cari ikan, bisa-bisa boncos tak dapat satu ekor pun,” lanjut Rizal.

Penjelasan Rizal ternyata mengejutkan. Menurut kepercayaan bapaknya, kain atau pembalut wanita haid adalah kesukaan kuntilanak. Menurut ayahnya, kuntilanak suka darah haid.

“Percaya atau tidak, itulah menurut bapak saya. Kuntilanak suka dengan darah haid. Sementara warga sering membuang kain atau bahan pembalut di sungai. Jadi tak heran pula jika kuntilanak suka menghuni sungai,” terang Rizal.

Sementara asal-usul kuntilanak, Rizal hanya bisa menduga-duga. Menurutnya ada dua versi. 

“Kalau dilihat dari kacamata agama, kuntilanak tak ada hubungannya dengan arwah perempuan  yang sudah meninggal. Kuntilanak adalah sebangsa jin atau setan. Arwah manusia, ya tetap menjadi arwah yang akan mempertanggung jawabkan hidupnya pada Allah. Namun, di masyarakat tetap ada yang meyakini bahwa kuntilanak adalah arwah penasaran atau perempuan yang tidak ikhlas memasuki alam kematian,” kata Rizal.

Kuntilanak di Gedung Teja Buana

Bukan kali ini saja tim Netralnews menjumpai kisah tentang kuntilanak yang menyukai darah haid. Beberapa waktu silam, hal serupa juga dikisahkan oleh seorang perempuan yang bekerja di Gedung Teja Buana.

Namanya Wiratami (36). Ia menjadi petugas kebersihan di Gedung Teja Buana yang ada di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. Alih-alih merasa tidak betah, Wiratami malah menjadi terbiasa dengan berbagai hal mistis yang kerap dia jumpai di tempat kerjanya.

Salah satu hal mistis yang paling sering dia jumpai adalah penampakan perempuan berambut panjang alias kuntilanak yang mengenakan pakaian merah di toilet. Tapi heran, itulah yang dia rasakan, pasalnya meski hari sudah tidak malam lagi, ternyata makhluk halus tetap gentayangan di dalam gedung.

Suatu hari Wiratami sedang bertugas membersihkan salah satu toilet yang kerap digunakan oleh mahasiswi. Untuk diketahui, di lantai satu dan dua gedung tersebut merupakan kantor, sedangkan lantai empat, lima, dan enam digunakan untuk aktivitas belajar mengajar mahasiswa dan dosen, alias kampus.

Seperti biasa Wiratami mengelap sebuah kaca dalam toilet. Tidak ada yang aneh saat usapan pertama dan kedua saat kain pembersih menyentuh kaca, namun usapan selanjutnya yang Wiratami lihat dipantulan kaca adalah sesosok kuntilanak yang sedang duduk.

"Saya liat di kaca kuntilanaknya lagi duduk. Terus saya ngibrit (lari) turun ke bawah, ketakutan," kata Wiratami pada Netralnews, Sabtu (28/9/2019) silam.

Tidak takut berlarut-larut, Wiratami anggap perjumpaan dengan kuntilanak hari itu hanyalah angin lalu. Tapi sialnya, dia sempat kedapatan lagi tugas untuk membersihkan toilet yang sama di hari berbeda.

Namun kali ini bukanlah kuntilanak, kedatangan Wiratami menuju toilet disambut oleh sesosok nenek yang berdiri berdiam di depan ruangan administrasi kampus.

"Ya saya hanya ucap salam aja. Lalu tetap bersihkan kamar mandi. Emang sosok nenek-nenek sering berdiri di situ," kata dia.

Saat memasuki toilet, Wiratami hanya bisa menghela napas panjang karena amat kotorlah toilet wanita yang kerap digunakan mahasiswi saat itu.

Diakui memang bukan hanya hari itu saja, sering dia menjumpai keadaan kotor tersebut, yang buat dongkol adalah sampah dari darah kotor mahasiswi yang tengah datang bulan, tidak dibersihkan, dan dibungkus rapih saat dibuang ke tempat sampah.

Tak heran memang sosok kuntilanak betah berada di toilet tersebut, karena menunggu "mangsa", yakni darah kotor dari para mahasiswi. Mulai dari situ Wiratami tidak heran dengan keberadaan kuntilanak yang kerap berdiam di toilet yang dirahasiakan lokasi lantainya.

Wiratami lantas mencoba mencari pengharum ruangan untuk disemprot ke toilet. Dia lantas meminta tolong rekan sesama petugas kebersihan untuk mengambilkan pengharum ruangan di tempat penyimpanan peralatan kebersihan. Tapi aneh, rekannya hanya diam saja, bukannya menjawab atau membantu.

Wiratami akhirnya mengambil sendiri pengharum ruangan dan ketika akan kembali ke toilet, dia malah berpapasan dengan rekannya yang tadi harusnya berada di tempat penyimpanan peralatan kebersihan.

"Lah bukannya lu tadi ada di ruangan itu," kata Wiratami.

"Orang gue baru dateng," kata rekannya yang tidak disebutkan namanya itu.

"Terus tadi siapa, mirip kaya elu?," kata Wiratami sambil keduanya keheranan.

Terheran-heran, rekannya lantas menuju ke ruangan peralatan kebersihan untuk memulai aktivitas. Alih-alih berjalan dengan mudah, rekannya malah dijahili oleh makhluk halus dengan diselengkat hingga terjatuh. Diduga Wiratami makhluk halus yang menyelengkat adalah sosok yang telah menyerupai rekannya tadi.

Di akhir wawancara, Wiratami mengaku ada banyak hal mistis lain di Gedung Tedja Buana, di setiap lantai. Sosok yang kerap dia lihat selain kuntilanak dan nenek adalah keberadaan ratu misterius di lantai tiga, namun sosok tersebut jarang nampak ketika banyak aktivitas mahasiswa.

Wiratami hanya berpesan agar para mahasiswa dapat menjaga sopan santun, perilaku, dan tutur kata saat berada di Gedung Tedja Buana. Pesan khusus juga disampaikan Wiratami kepada mahasiswi yang tengah datang bulan, untuk lebih menjaga kebersihan saat berada di toilet.

"Kalau datang bulan, kalau bisa yang bersih pakai toilet. Kan gedung ini tidak hanya yang terlihat yang memakai, jadi sama-sama menjaga," pesan dia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi