Netral English Netral Mandarin
11:46wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Tak Disangka Ungkap Alasan Yusril Bela Moeldoko, Andi Arief: Demokrat Tak Bisa Bayar 100 Miliar sebagai Pengacara

Rabu, 29-September-2021 10:20

Yusril Ihza Mahendra dan Andi Arief
Foto : Kolase Kabar Riau
Yusril Ihza Mahendra dan Andi Arief
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tak disangka, Politikus muda Demokrat Andi Arief mengungkap penyebab Yusril mendokung Moeldoko. 

“Begini Prof @Yusrilihza_Mhd, soal gugatan JR pasti kami hadapi. Jangan khawatir. Kami cuma tidak menyangka karena Partai Demokrat tidak bisa membayar tawaran anda 100 Milyar sebagai pengacara, anda pindah haluan ke KLB Moeldoko,” kata Andi Arief melalui akun Twitternya, 29 September 2021.

Seperti diketahui, Juru bicara KLB Demokrat Deli Serdang, Muhammad Rahmad membenarkan bahwa Yusril menjadi kuasa hukum dalam permohonan uji materi ke Mahkamah Agung. Dia mengirimkan keterangan tertulis dari Yusril. 

Yusril mengatakan, kantor hukumnya, Ihza&Ihza Law Firm SCBD-Bali Office mewakili kepentingan hukum empat orang anggota Partai Demokrat mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung. 

Yusril dan koleganya, Yuri Kemal Fadlullah menyebut bahwa langkah menguji formil dan materiil AD/ART partai politik merupakan hal baru dalam hukum Indonesia. Mereka mendalilkan bahwa MA berwenang menguji AD/ART partai politik. 

Sebab, kata mereka, AD/ART dibuat sebuah partai politik atas perintah undang-undang. Yusril menilai ada kekosongan hukum untuk mengadili AD/ART yang prosedur pembentukan dan materi pengaturannya bertentangan dengan UU bahkan konstitusi. 

"Karena itu saya menyusun argumen yang insya Allah cukup meyakinkan, bahwa harus ada lembaga yang berwenang menguji AD/ART untuk memastikan prosedur pembentukan dan materi muatannya sesuai dengan undang-undang atau tidak," tulis Yusril dalam keterangannyan soal gugatan kubu Moeldoko, Kamis (23/9/2021) malam.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli