Netral English Netral Mandarin
02:13wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Tak Diundang di Acara Puan di Semarang, EK Nasihati Ganjar: Jadilah Pejabat Jadul

Senin, 24-Mei-2021 11:00

Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos), Eko Kuntadhi menanggapi tak diundangnya Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP, Ganjar Pranowo dalam kegiatan yang dilakukan Puan Maharani di Semarang.

Eko pun menasihati Ganjar Pranowo agar kerja jangan terlalu serius. Ia juga meminta Ganjar agar tak terlalu responsif menanggapi keluhan masyarakat, sehingga tambah tenar.

"Makanya Mas @ganjarpranowo . Kalau kerja jangan terlalu serius. Kalau menanggapi keluhan rakyat jangan terlalu responsif. Jadinya kan, tambah populer," kata Eko dalam akun Twitternya.

Ia meminta Ganjar tak mengikuti jaman dengan memanfaatkan media sosial (medsos). 

"Jangan ikuti jaman dengan memanfaatkan medsos buat melayani warga. Jadilah pejabat jadul. Catat. Itu gak boleh...," tulis Eko.

Gejolak internal terjadi pada tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Masalah muncul ketika PDI-P menggelar acara di Semarang yang juga dihadiri oleh Puan Maharani.

Namun, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga merupakan kader PDI-P tak diudang dalam acara tersebut.

Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Wuryanto saat acara di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (22/5/2021).

Secara terbuka, Ketua DPP PDI-P sekaligus Ketua DPD PDI-P Jawa Tengah Bambang Wuryanto menegaskan kabar tersebut memang benar.

Bahkan dia blak-blakan jika sumber masalah disebabkan karena Ganjar dinilai berambisi maju dalam Pilpres 2024.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP