Netral English Netral Mandarin
04:40wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Tak Mau Terjerat KPK, Gubernur Anies Tolak Bumbu Rendang, FH: Bagaimana dengan Penginapan Ini? Bayarkah?

Minggu, 09-Mei-2021 17:11

Gubernur Anies Baswedan
Foto : Twitter/Ferdinand Hutahaean
Gubernur Anies Baswedan
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur Anies Baswedan pernah menolak pemberian bumbu rendang dari  seorang pedagang  di Tomang. Hal itu dilakukan sebagai bukti ia tak mau terjerat KPK.

Ferdinand Hutahaean ikut memberikan komentar terhadap apa yang dilakukan Anies.

“Gratifikasi merupakan pemberian berupa uang, barang, diskon, komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya,” kata Ferdinand, Minggu 9 Mei 2021.

“Bumbu rendang ini murah, tak masuk gratifikasi. Bgmn dgn penginapan ini? Bayarkah?” sindirnya.

Sebelumnya diberitakan, Rudi Valinka, pemilik akun Twitter Kurawa menanggapi berita Anies Baswedan yang katanya tak mau menerima bumbu rendang pemberian pedagang pasar karena takut diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rudi Valinka mengungkit bahwa dulu Anies Baswedan pernah menerima pemberian dari ulama Ghana dan justru seperti menantang KPK karena tak mau melaporkan hadiah tersebut.

Ia pun menyindir bahwa sikap Anies itu berkaitan dengan sepupunya yang bekerja di KPK.

Kurawa tak menyebutkan secara spesifik namun sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Novel Baswedan, penyidik senior KPK adalah sepupu Anies Baswedan.

“Berita seorang Gub DKI 2 tahun berbeda bumi dan langit kalo yang kasih tukang sayur takut sama KPK tapi kalo yang kasih ulama Ghana bantang KPK,” kata Rudi melalui akun Twitter-nya pada Minggu, 9 Mei 2021.

“Inilah enaknya punya sepupu di Kuningan sana,” tambahnya.

Adapun momen Anies Anies Baswedan menolak pemberian bumbu rendang dari pedagang Pasar Tomang Barat atau Pasar Kopro terjadi pada Sabtu, 8 Mei 2021.

Ketika itu, Anies sambangi kios pedagang bumbu untuk menanyakan pasokan dan stabilitas harga bumbu jelang perayaan Idul Fitri 1442 H.

“Ini pak bumbu rendang. Satunya Rp10.000, bisa buat setengah kilogram daging,” ujar pedagang, dilansir dari Wartakota.

Anies pun hendak membeli bumbu rendang tersebut, namun pedagang tersebut menolak. Ia berniat memberikan bumbu itu secara cuma-cuma.

Akan tetapi, Anies menolak dengan alasan bahwa takut diperiksa KPK apabila tidak membayar bumbu rendang tersebut.

“Wah jangan bu. Nanti bahaya, saya bisa diperiksa KPK,” ujarnya.

Mundur ke tahun 2018 lalu, Gubernur DKI Jakarta itu pernah menerima hadiah pendakwah Ghana saat menghadiri penutupan Pertemuan Ulama dan Dai se-Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa kelima.

Hadiah yang diterima Anies dari pendakwah bernama Muhammad Harun yaitu sebuah tongkat dengan ukiran harimau di atasnya. Selain itu Anies juga mendapat kopiah, syal, dan dua kemeja khas Ghana.

Saat itu, Anies tak mau melaporkan kepada KPK dengan dalih bahwa pemberian itu bukan untuk dirinya secara pribadi, melainkan untuk Gubernur DKI Jakarta.

“Saya akan taruh di Balai Kota semua. Kalau untuk Anies, saya laporkan. Ini buat Gubernur DKI Jakarta, ini jadi inventaris Pemprov,” kata Anies saat ditemui di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Jumat, 6 Juli 2018, dilansir dari CNN Indonesia.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli