Netral English Netral Mandarin
19:15wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Tak Percaya Covid tapi Percaya Sugik Ustaz, Sarumpaet Digebuki, Tinampi Usir Jin, DS: Saya Tak Peduli tapi kalau Memprovokasi maka...

Selasa, 13-Juli-2021 10:48

Denny Siregar
Foto : Jabar Ekspres
Denny Siregar
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Denny Siregar mengungkap bahwa di sekitarnya banyak orang tak percaya Covid-19. Namun lucunya, mereka dulu percaya soal hoaks Ratna Sarumpaet, percaya Sugik Nur seorang ustaz, hingga soal Tinampi usir jin.

Denny tak peduli dengan kualitas pemikiran mereka, namun kalau mereka memprovokasi maka harus ditindak. Sama seperti dr Lois yang merupakan dokter tapi menyuarakan tak percaya covid.

Berikut catatan lengkap Denny Siregar, Senin malam 12 Juli 2021.

DOKTER SAKIT JIWA & KADRUN YANG JIWANYA SAKIT..

Di sekitarku banyak banget yang gak percaya adanya Covid..

Lebih seram lagi, mereka menganggap Covid itu adalah konspirasi elit global. Dan lebih gila lagi, mereka anggap vaksin itu ditanami mikrochip supaya bisa memantau semua kegiatan mereka. 

Saya cuman ketawa-ketawa aja kalo dengar teori2 konspirasi mereka. Yang lucunya, banyak dari mereka yang dulu juga percaya kalo Dimas Kanjeng bisa gandakan uang, Ningsih Tinampi bisa ngusir jin, Ratna Sarumpaet digebukin orang dan Sugik Nur adalah ustad !

Mereka percaya hal-hal seperti itu, tapi gak percaya kalau Covid itu wabah, mirip dgn wabah flu Spanyol di tahun 1918 yang merenggut nyawa 100 juta orang.

Saya sih gak perduli ya dengan orang yang tidak percaya Covid. Itu hak mereka sesuai dgn level kualitas pemikiran mereka. Tapi kalau ketidakpercayaan mereka itu mereka propagandakan dan membuat kebingungan banyak orang awam, itu beda masalah. Itu provokasi namanya. 

Dan provokator, disaat negara sedang perang dgn pandemi seperti ini, wajib ditangkap.Jadi ditangkapnya dokter Lois, ahli kecantikan yang juga ngaku ahli virus sedunia, itu berita bagus. 

Kenapa? Karena ada gelar dokter yang melekat padanya. Gelar itu bukan main-main, karena ada tanggung jawab moral padanya. Dan ketika dia bersuara, dia mewakili label didepan namanya. Bahaya. 

Dia membuat awam yang bukan dokter jadi bingung, mana yang benar ?

Sebenarnya, mudah melihat apakah dia benar2 dokter atau benar2 ustad. Jangan lihat gelarnya, tapi lihat kualitas ucapannya. 

Seorang ustad, namanya pengajar, pasti mengerti bagaimana bersikap karena penuh dgn ilmu agama. 

Tapi kalau ada ustad yang misuh2 jancuk, matamu picek, wah itu jelas bukan ustad. Mau dikasih gelar Gus ataupun Kyai, perilakunya jelas menunjukkan dia gak pantas.

Begitu juga si dokter Lois. Saya ketawa kalau baca status2nya, seolah hanya dialah dokter yang hebat sedunia. Bahkan mau bubarkan IDI segala. Dia bahkan halu bilang kalau Covid itu disebarkan lewat pesawat udara. Gila, kan? 

Dari sini saja kita tahu kalo dia tidak ilmiah, lha kok banyak banget yang percaya hanya karena ada gelar dokter di depan namanya ??

Untung dia segera ditangkap. Kalau tidak, pemerintah akan sibuk hanya untuk melayani dokter dengan gangguan jiwa. Dan kalau tidak ditangkap, provokasinya itu akan mengganggu penanganan di lapangan.

Tapi dari kasus dokter Lois, saya lebih ketawa lagi. Dia itu sepertinya keturunan Tionghoa dan Kristen, lha kok yang percaya ma dia lebih banyak kadrunnya yang biasanya lidahnya enteng bicara kopar kapir itu ??

Tapi ya memang begitulah mereka. Wong Rocky Gerung yang atheis dan bilang kitab suci adalah fiksi itu dinobatkan sebagai ustad. Gak penting buat kadrun, yang penting orang2 itu berseberangan ma pemerintah, maka dia wajib dipuja-puja, kalau perlu dibuatkan patung segala dan disembah..

Benar juga kata Rasulullah Saw sebelum beliau wafat, "Umatku akan banyak di akhir jaman, tapi mereka seperti buih di lautan.."

Buih yang tidak pake logika, seperti kerbau dicucuk hidungnya, bodoh dan bebal juga egois tingkat dewa. Mereka akan tersapu ombak besar di akhir zaman, terkurung oleh kebodohan mereka sendiri yang gampang ditipu orang..

Seruput kopinya..

Denny Siregar

Kasus dr Lois

Untuk diketahui, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya menangkap dr Lois lantaran diduga telah menyebarkan berita bohong atau hoaks hingga menimbulkan keonaran. Selain itu, dr Lois juga disebut telah menghalang-halangi penanggulangan wabah.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan hal itu merujuk pada pernyataan dr Lois yang tersebar di platform media sosial. Dalam pernyataannya itu, dr Lois tak percaya Covid-19 dan menyebut kematian korban disebabkan oleh interaksi obat.

"Jadi di antaranya postingannya adalah korban yang selama ini meninggal akibat Covid-19 adalah bukan karena Covid-19 melainkan diakibatkan oleh interaksi antar obat dan pemberian obat dalam enam macam," kata Ramadhan saat jumpa pers di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (12/7/2021).

Ramadhan menyebut pernyataan dr Lois yang dituding membuat keonaran dan menghalang-halangi penanggulangan wabah itu tersebar di tiga platform media sosial. Seluruh unggahan itu kekinian telah diamankan sebagai barang bukti.

"Saat ini yang bersangkutan diamankan di Polda Metro Jaya untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya dinukil Suara.com.

dr Lois Diciduk

dr Lois ditangkap di Apartemen Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu (11/7) sore. Kasus ini kekinian telah diambil alih oleh Mabes Polri.

"Kemarin minggu diamankan Polda Metro Jaya dan dilimpahkan ke Mabes Polri," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Senin (12/7/2021).

dr Lois menjadi perbincangan khalayak media sosial usai menyatakan tak percaya adanya Covid-19. Pernyataan itu dilontarkan dr Lois saat menjadi bintang tamu dalam acara talk show yang diunggah di kanal Youtube Hotman Paris Official, Jumat (9/7/2021) lalu.

Ketika itu Hotman Paris mengajukan pertanyaan tentang pendapat dr Lois soal Covid-19. Selanjutnya, dia dengan lantang menjawab tak percaya sama sekali dengan adanya Covid-19.

"Pertanyaan saya yang pertama, ibu sebagai dokter percaya nggak ada Corona?" tanya Hotman.

dr Lois menyebut kematian pasien bukan karena Covid-19. Melainkan, kata dia, akibat interaksi antar obat.

"Interaksi antar obat. Pak kalau misalnya buka data di rumah sakit, itu pemberian obatnya lebih dari 6 macam," jelas dr Lois.

Selanjutnya, saat ditanya mengenai penyebab ribuan orang datang ke rumah sakit, dr Lois menjawab bahwa hal itu karena stres.

"Jadi ada karena penurunan imunitas, satu karena stres bisa," ungkapnya.

Sontak, pernyataan dr Lois itu menjadi perdebatan. Hotman dan Melaney juga menilai pernyataan dr Lois tak masuk akal hingga suasana pun menjadi semakin tegang karena perdebatan itu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto