Netral English Netral Mandarin
03:18wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Tak Perlu Colok Hidung, Metode Baru Tes COVID-19 dengan Air Liur Diklaim Lebih Akurat Dibanding Tes Antigen

Rabu, 30-Juni-2021 23:59

Tes COVID-19.
Foto : Antara
Tes COVID-19.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - RT Lamp Saliva sebagai alat diagnosis terbaru diklaim memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi dalam mendeteksi SARS-CoV-2, penyebab COVID-19 bila dibandingkan tes cepat antigen.

Metode ini tergolong baru dalam testing COVID-19 karena dikategorikan tes diagnostik, bukan tes cepat sehingga akurasinya lebih baik dari tes cepat antigen.

Head External Communication PT Kalbe Farma Tbk Hari Nugroho, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (30/6/2021) mengatakan, metode RT Lamp (Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification) dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV-2.

RT Lamp adalah tes molekular yang termasuk dalam kategori Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) bersama dengan RT–PCR dan TCM sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 01.07/ MENKES/ 446/2021.

“Kami berharap inovasi testing COVID-19 dengan metode RT Lamp Saliva ini dapat membantu bagi percepatan program testing yang sedang digiatkan oleh pemerintah saat ini,” ujarnya seperti dilansir Antara.

Metode RT Lamp dipakai dengan menggunakan sampel air liur untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin melakukan tes COVID-19 tanpa harus mencolok lubang hidup.

"Tidak perlu dicolok hidungnya, cukup menggunakan air liur dan memberikan hasil dengan akurasi yang tinggi,” kata Hari.

Kalbe juga mengklaim performa akurasi tes RT Lamp dengan sampel air liur ini juga tinggi, sensitivitas 94 persen dan spesifisitas 98 persen, kata IVD Division Research Manager Stem Cell and Cancer Institute, Akterono D Budiyati.

Ia menambahkan pengambilan sampel air liur ini tidak butuh alat khusus dan tidak menimbulkan resiko muntah ataupun hidung sensitif, di mana hal ini sangat memudahkan bagi anak-anak termasuk orang yang hipersensitif.

Sebagai informasi, biaya yang dibebankan untuk tes RT Lamp Saliva sebesar Rp420 ribu, dan hasil dapat diketahui dalam sembilan jam.

Saat ini, pemeriksaan RT Lamp Saliva telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan berdasarkan metode deteksi molekuler atau Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) dengan teknologi RT-LAMP seperti RT-PC.

Namun demikian, pemeriksaan RT Lamp Saliva ini masih dalam proses untuk mendapat persetujuan sebagai dokumen persyaratan perjalanan.

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP