Netral English Netral Mandarin
19:14wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Terkuak! Tak Pernah Ada Intel Polisi Ancam Petinggi Demokrat, Muannas: Makanya Jangan Bikin Drama Kampungan

Jumat, 12-Maret-2021 17:55

Agus Harimurti Yudhoyono
Foto : Okezone
Agus Harimurti Yudhoyono
46

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Terkuak, ternyata tak pernah ada ancaman Intel Polisi kepada para petinggi Demokrat pendukung Agus Hari Murti Yudhoyono. 

Sontak hal itu menjadi sorotan publik. Muannas Alaidid, ikut memberikan tanggapan.

"Makanya jangan bikin gaduh, masyarakat hari ini sdh jenuh, publik mestinya disajikan tontonan2 yg mercerdaskan bukan asal tuduh dan bikin drama kampungan," kata Muanas, Jumat (12/3/21). 

Sebelumnya diberitakan, Partai Demokrat mengklarifikasi perihal dugaan intimidasi intel Polsek dan Polres terhadap pengurus Demokrat di daerah. Adanya ancaman tersebut sebelumnya diutarakan Wakil Ketua Umum Demokrat Benny K Harman yang memperoleh informasi pengurus di tingkat kabupaten/kota mendapat ancaman dari intel Polres setempat.

Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto, mengatakan intimidasi dari aparat itu tidak ada dari aparat, melainkan dari pihak-pihak yang menyelenggarakan acara yang disebut sebagai Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam KLB Demokrat tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dilengserkan dan menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Dinamika pasca pertemuan Deli Serdang yang di klaim sebagai Kongres Luar Biasa Demokrat memang muncul beberapa aktifitas yang berpotensi bisa mengintimidasi Kami sebagai pemilik suara yang sah. Namun intimidasi tersebut, lebih kami rasakan datang dari pihak-pihak yang melakukan pertemuan Deli Serdang yang di klaim sebagai Kongres Luar Biasa Demokrat, bukan dari aparat penegak hukum atau polisi," kata Didik seperti dinukil MNC Portal Indonesia, Jumat (12/3/2021).

Didik menegaskan, tidak ada intimidasi dari Kepolisian terhadap struktur Partai Demokrat termasuk DPC. Yang ada adalah komunikasi yang dilakukan oleh Kepolisian dalam rangka menjaga kondusifitas di daerahnya dan mengantisipasi serta mencegah potensi munculnya ekses negatif sebagai akibat pelaksanaan pertemuan Deli Serdang yang diklaim sebagai KLB Partai Demokrat.

"Di dapil saya di Bojonegoro dan Tuban, komunikasi dan koordinasi berjalan dengan baik sejak awal, dan tidak ada sedikitpun intervensi, apalagi Intimidasi," ungkapnya.

Anggota Komisi III DPR ini menambahkan, pihaknya menyadari bahwa untuk menghadirkan dan mengimplementasikan transformasi Polri yang Presisi, salah satunya menghadirkan Polisi yang prediktif maka harus banyak menggali informasi dari lapangan.

Namun, kata Didik, dalam rangka menghindari adanya salah paham, komunikasi harus dibangun dengan basis yang terang dan sejelas-jelasnya, serta equal atau seimbang.

"Jangan sampai terjadi pembiasan dalam penugasan di lapangan, jangan sampai komunikasi dan koordinasinya macet. Karena itu penting dalam membangun chemistry dan menghadirkan keamanan serta ketertiban di masyarakat," tutur Didik.

Oleh karena itu, Didik mengakui bahwa soal dugaan intimidasi dari pihak aparat kepada pengurus Demokrat di daerah itu hanya kesalahpahaman saja. Dan kesalahpahaman itu sudah diluruskan antara Demokrat dan Kepolisian.

"Di beberapa titik kecil, salah paham saja. Di bawah pun juga sudah diluruskan beberapa komunikasinya," tandas legislator Dapil Jawa Timur IX itu.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto