Netral English Netral Mandarin
21:47wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Tak Terima Jokowi Dipuji Jenius, Rocky Gerung Sinis ke Profesor Asal Singapura:  Buzzer Luar Negeri, Ocil 'Otak Kecil'

Sabtu, 09-Oktober-2021 12:35

Pengamat politik Rocky Gerung
Foto : Istimewa
Pengamat politik Rocky Gerung
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Rocky Gerung menyindir profesor sekaligus peneliti institut di National University of Singapore Kishore Mahbubani yang memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok pemimpin yang jenius dan paling efektif di dunia. 

"Jadi ini semacam jualan, semacam advetorial memuji-muji Jokowi," kata Rocky dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Rocky Gerung Official, Jumat (8/10/2021).

Menurutnya, sebelum memberikan penilaian terhadap Presiden Jokowi, harusnya Kishore melakukan riset atau penelitian di negara-negara yang dijadikan perbandingan.

"Harusnya dia bikin riset kan si profesor ini. Tapi saya baca dia cuma wawancara doang tuh presiden. Atau bahkan email- emailan, ya pastilah Presiden tunjukkan kejeniusannya," ujar Rocky.

"Kan mestinya sebagai analis dari Singapura ini lakukan research dengan perbandingan apa yang di-research di Australia, apa yang di-research di Amerika," sambungnya.

Pasalnya, lanjut Rocky, pendapat Kishore soal Presiden Jokowi tidak objektif, berbeda dengan para analis dunia. Ia mengklaim seluruh analis dunia menyatakan Presiden Jokowi gagal.

"Seluruh analis dunia, terutama Australia dan Amerika, memperlihatkan bahwa Presiden Jokowi gagal dalam semua hal," ucap dia.

"Jadi tiba-tiba ada seseorang mengatakan oh berhasil dan secara subjektif memberi pujian kepada Presiden Jokowi," jelas Rocky.

Bagi Rocky, pujian Kishore terhadap Presiden Jokowi terlalu berlebihan. "Kan gak masuk akal kalau tiba-tiba pujian itu berlebih. Kalau pujiannya standar- standar masih masuk akal," tandasnya.

Karena itu, Rocky Gerung berpendapat apa yang disampaikan Khisore seperti pendengung atau buzzer.

"Ini kayak buzzer doang nih profesor kan. Buzzer juga ada di luar negeri sebetulnya tuh," tuturnya.

"Ini profesor yang Ocil juga, guru besar dengan otak kecil juga," sindir Rocky Gerung.

Sebelumnya, Kishore Mahbubani memuji Jokowi sebagai sosok pemimpin yang jenius. Ia menyebut Jokowi pemimpin paling efektif di dunia.

Hal tersebut diulas Kishore dalam tulisan berjudul 'The Genius of Jokowi'. Tulisan ini tayang pada 6 Oktober 2021 di Project Syndicate, sebuah media nirlaba yang fokus pada isu-isu internasional.

Menurutnya, Jokowi layak mendapat pengakuan atas keberhasilannya dalam memimpin. Jokowi, tulisnya, membuat model pemerintahan yang bisa dipelajari oleh dunia.

"Pada saat bahkan beberapa negara demokrasi kaya memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka, keberhasilan Presiden Indonesia Joko Widodo layak mendapat pengakuan dan penghargaan yang lebih luas. 'Jokowi' memberikan model pemerintahan yang baik yang dapat dipelajari oleh seluruh dunia," ujar Kishore Mahbubani dalam tulisannya, seperti dikutip detikcom.

Lebih lanjut, dia menyebut Jokowi bisa menjembatani kesenjangan politik di Indonesia. Dia membandingkan keberhasilan Jokowi ini dengan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020 yang belum bisa mengatasi perpecahan.

"Sebagai permulaan, Jokowi telah menjembatani kesenjangan politik Indonesia. Hampir satu tahun setelah Joe Biden memenangi pemilihan Presiden AS 2020, 78 persen dari Partai Republik masih tidak percaya dia terpilih secara sah. Biden menjabat sebagai senator AS selama 36 tahun, tetapi dia tidak dapat menyembuhkan perpecahan partisan Amerika," tulisnya.

"Sebaliknya, capres dan cawapres yang dikalahkan Jokowi dalam pemilihannya kembali 2019--Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno--kini menjabat di kabinetnya (masing-masing sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pariwisata)," jelas Kishore.

Selain itu, Kishore juga menyoroti cara Jokowi membalikkan momentum pertumbuhan partai-partai paling 'islamis' di Indonesia, sebagian dengan menjadi inklusif. Dia membandingkannya dengan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang memperdalam perpecahan di Brasil.

"Jokowi telah menyatukan kembali negaranya secara politik. Seperti yang dia katakan kepada saya dalam sebuah wawancara baru-baru ini, 'Pilar ketiga ideologi Indonesia, Pancasila, menekankan persatuan dalam keragaman'. Untuk itu, pembangunan koalisinya yang terampil menyebabkan disahkannya omnibus law tahun lalu, yang bertujuan untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya.

Kishore Mahbubani menyebut Jokowi telah menetapkan standar baru dalam pemerintahan Indonesia. Hal inilah yang, menurutnya, membuat negara demokrasi lain iri. "Dia telah menetapkan standar pemerintahan baru yang seharusnya membuat iri negara-negara demokrasi besar lainnya," ungkapnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati