Netral English Netral Mandarin
02:47wib
PB HMI pimpinan Abd. Muis mengajak kader HMI untuk aksi turun ke jalan mengkritik pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Jumlah tes Covid-19 menurun sepekan terakhir. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan tes ditingkatkan hingga 400 ribu sehari.
Taliban Diduga Serang RS, Persediaan Vaksin Covid-19 Dihancurkan, EK: Tuh kan, Emang Niatnya Begitu...

Rabu, 23-Juni-2021 18:00

Eko Kuntadhi dan ilustrasi Taliban
Foto : Kolase Netralnews
Eko Kuntadhi dan ilustrasi Taliban
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eko Kuntadhi mencuit tanggapan atas kasus penyerangan terhadap rumah sakit di Afganistan yang diduga pelakunya adalah kelompok Taliban. 

Menurut Eko, memang niat kelompok tersebut menghancurkan rumah sakit agar proses penanganan Covid-19 terganggu alias teror.

“Tuh, kan. Emang niatnya begitu...,” kata Denny Siregar.

Sebelumnya dilansir Kumparan, Taliban diduga menembakkan roket ke sebuah rumah sakit di Afghanistan. Tindakan itu membuat RS itu terbakar dan persediaan vaksin COVID-19 hancur.

Kejadian itu terjadi saat Taliban berhasil menguasai kota Shir Khan Bandar di perbatasan Tajikistan. RS yang diduga jadi sasaran Taliban berlokasi di sebelah timur Provinsi Kunar dekat Shir Khan Bandar.

Menurut keterangan Direktur Kesehatan Provinsi Kunar, Aziz Safai, aksi Taliban tersebut membuat berbagai obat-obatan dan vaksin penting hancur.

"Sejumlah jenis vaksin termasuk untuk COVID-19 dan polio hancur akibat terbakar," kata Safai seperti dikutip dari Al-Jazeera.

Mendengar kabar tersebut, Taliban membantah telah menembak roket ke sebuah RS di Kunar.Afghanistan adalah salah satu negara paling terdampak COVID-19 di Asia Tengah.

Sebanyak 107.957 kasus COVID-19 dan 4000 lebih kematian muncul di Afghanistan. Beberapa lembaga independen menyatakan, jumlah kasus dan kematian di lapangan lebih besar dari laporan pemerintah.

Sementara itu, jelang ditariknya tentara AS dari Afghanistan, Taliban dan pemerintah semakin intens bertempur.

Yang terbaru, Pemerintah Afghanistan harus kehilangan beberapa wilayah termasuk Shir Khan Bandar. Kota ini dianggap penting karena terdapat suatu pelabuhan strategis.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati