Netral English Netral Mandarin
11:25wib
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku siap maju menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Presiden Joko Widodo ingin agar pelaksanaan penyuntikan booster vaksin Covid-19 dilakukan mulai awal 2022.
Taliban Gantung Mayat di Derek, Netizen: Ada Kemiripan, Taliban Siksa Mayat kalau Pilkada DKI Mayat Diintimidasi

Minggu, 26-September-2021 12:43

Taliban gantung mayat di derek hebohkan warganet
Foto : Twitter/Koko
Taliban gantung mayat di derek hebohkan warganet
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aksi menggantung mayat di monil derek oleh Taliban hebohkan publik. Mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean ikut mengecam tindakan tersebut. 

“Perilaku iblis..! Pendukungnya pun bagi saya adalah iblis..!!” katanya.

Pernyataan Ferdinand disampaikan saat  mengomentari unggahan akun KoKo #Krunch @koko_kru yang mencuit: “Mayat seorang pria (Pengusaha Lokal) digantung diatas derek oleh taliban di alun-alun utama kota Herat di Afghanistan (25/9/2021). (REUTERS/Stringer).  #Taliban berulah terus nih..Grinning face with smiling eyes kegembiraan bagi Rektor @musniumar.”

Seorang netizen bahkan memberikan tanggapan mengejutkan:

@dedimahardi: “Ada kemiripan.. jika oleh taliban mayat saja masih disiksa.. kalau di pilkada DKI lalu mayat diintimidasi.”

Untuk diketahui, Taliban kembali membuat berita. Kelompok ini dilaporkan menggantung mayat warga di depan umum di kota Herat, Afghanistan bagian barat.

Dinukil CNBC Indonesia, Reuters melaporkan pihak berwenang membunuh empat orang warga yang diduga melakukan penculikan dan menggantung tubuh mereka agar mencegah orang lain melakukan hal serupa. Mereka terbunuh dalam baku tembak dengan aparat.

Menurut Wakil Gubernur Heart Sheh Ahmad Ammar gerombolan terdiri dari delapan orang berusaha menculik seorang pengusaha lokal dan putranya. Mereka bermaksud membawa keduanya ke luar kota.

"Namun mereka terlihat oleh patroli yang mendirikan pos-pos pemeriksaan di sekitar kota," katanya Minggu (26/9/2021).

"Jenazah mereka dibawa ke alun-alun dan digantung di kota sebagai pelajaran bagi para penculik lainnya."

Seorang sanksi mata mengatakan pengumuman memang datang di alun-alun kota. Disebutkan bagaimana otoritas meminta perhatian orang-orang.

"Ketika saya melangkah maju, saya melihat mereka membawa mayat di truk pickup, kemudian mereka menggantungnya di derek," kata warga Mohammad Nazir.

Sementara itu, rekaman mayat berlumur darah juga viral di media sosial. Ada catatan yang dipanjang bertuliskan "Ini adalah hukuman untuk penculikan".

Sebelumnya, dalam wawancara dengan Associated Press (AP), tokoh senior Taliban Mullah Nooruddin Turabi mengatakan kelompok itu akan mengembalikan hukuman qisas. Seperti amputasi untuk para pencuri dan eksekusi untuk mencegah penjahat

Washington mengecam komentar Turabi tentang hukuman itu. AS mengatakan pengakuan dunia pada pemerintah yang dipimpin Taliban di Kabul, akan bergantung pada penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM).

Ini bukan pertama kali penculikan terjadi. Mengutip kantor berita resmi Bakhtar, delapan penculik juga ditangkap dalam insiden terpisah di provinsi barat daya Uruzgan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Irawan HP