Netral English Netral Mandarin
02:49wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Tanah Longsor di Gianyar Bali, Dua Orang Tewas, Satu Korban Masih Dalam Pencarian

Jumat, 26-November-2021 14:18

Ilustrasi tanah longsor
Foto : Istimewa
Ilustrasi tanah longsor
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tanah longsor terjadi di Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Kamis (25/11/2021), pukul 14.00 WIB.

Longsor terjadi setelah hujan lebat menguyur wilayah terdampak yang berada di tebing sekitar tepian sungai.

"Kaji cepat lapangan menyebutkan tinggi tebing yang mengalami longsor sekitar 100 meter," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11/2021).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar melaporkan, ada enam orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Laporan BPBD menyebutkan para korban merupakan rombongan yang berencana melakukan aktivitas rafting di Sungai Ayung Payangan," ungkap Abdul.

Dari enam korban, dua dinyatakan meninggal dunia dan satu orang masih dalam pencarian. "Tim gabungan masih melakukan operasi pencarian di lokasi terjadinya longsoran,"  ujar Abdul Muhari.

Kemudian satu korban mengalami luka berat dan dua lainnya dinyatakan selamat. "Dua orang yang selamat mendapatkan perawatan sementara di ambulans yang dioperasikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI), sedangkan warga luka berat telah dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.

Abdul menyampaikan, upaya penyelamatan dan pertolongan melibatkan tim gabungan berasal dari personel BPBD, Basarnas, TNI, Polri serta warga setempat.

"Saat melakukan proses pencarian, tim gabungan melakukan dengan hati-hati mengingat cuaca mendung di sekitar lokasi," terangnya.

Melihat kondisi cuaca dalam dua hari ke depan, BNPB mengimbau para personel tim gabungan untuk tetap berhati-hati dalam melakukan pencarian korban. Pantauan di wilayah kecamatan masih menunjukkan potensi hujan ringan hingga hujan petir. 

Selain itu, BNPB mengimbau warga untuk hati-hati apabila melakukan aktivitas di sungai, seperti rafting atau susur sungai. "Perhatikan kawasan hulu sungai apabila terjadi hujan, maka hindari aktivitas di bagian hilir sungai," pungkas Abdul.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Berita Terkait

Berita Rekomendasi