Netral English Netral Mandarin
05:18wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Tanam Jagung Bareng Presiden di Sorong, Ini Harapan Ketua DPR

Senin, 04-Oktober-2021 21:20

Ketua DPR Puan Maharani tanam jagung bersama petani di Sorong, Papua Barat
Foto : Dok. Humas DPR
Ketua DPR Puan Maharani tanam jagung bersama petani di Sorong, Papua Barat
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPR Puan Maharani mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja di Sorong, Papua Barat, Senin (4/10/2021). Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam kunjungan tersebut adalah menanam jagung bersama para petani.

Kegiatan menanam jagung dilakukan di Kawasan Jalan Rajawali, Kelurahan Klamesen, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong. Ada 8 hektare lahan yang ditanami jagung hari ini dari target 40 Ha yang akan ditanami bibit jagung secara bertahap.

Puan Maharani terlihat mengenakan kaus merah dengan jaket sporty hitam dan sepatu kets saat menaman bibit jagung memakai alat tanam khusus.

Di kesempatan itu, Puan berbicara mengenai diversifikasi pangan. Hal ini mengingat beragamnya jenis pangan Indonesia yang seharusya membuat asupan makan masyarakat Indonesia juga beragam.

“Seperti jagung yang saat ini kita tanam bersama-sama. Semoga ini mengingatkan banyak orang bahwa di Indonesia itu nasi bukan satu-satunya. Ada yang lain seperti jagung, kentang, sagu, yang mengandung karbohidrat,” kata Puan dalam keterangannya.

Dijelaskan Puan, jagung menyehatkan karena kaya vitamin B6 dan B9 yang berfungsi meningkatkan metabolisme pada tubuh sehingga asupan energi lebih lancar. Apalagi, tambahnya, jagung bisa dibuat macam-macam jenis olahan.

“Baik itu dibakar, direbus seperti yang saya makan bersama Bapak Presiden dan bapak Mentan. Ada banyak jenis makanan lainnya dari jagung, termasuk makanan khas berbagai daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ketua DPP PDIP itu memberikan apresiasi kepada para petani jagung yang terus berupaya membantu terciptanya ketahanan pangan.

"Tanpa petani, Indonesia tidak bisa berdaulat pangan. Oleh karena itu, DPR RI memberi perhatian besar bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani sebab di tangan mereka yang memberi makan kita semua," terangnya.

Petani, sebut Puan, merupakan profesi yang menyejahterakan banyak orang. Karenanya, ia berharap seluruh elemen bangsa bergotong royong menghasilkan solusi-solusi lebih secara menyeluruh untuk mengatasi berbagai masalah tentang pertanian.

“Seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen, dan sebagainya,” ungkap mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu.

Puan pun berharap agar program Lumbung Pangan Nasional bisa menjadi jawaban dari berbagai persoalan, termasuk pada sektor tanaman jagung. Seperti diketahui, minimnya stok jagung menyebabkan stok pakan ternak terbatas sehingga menyebabkan harga tinggi.  

"Kenaikan harga pakan ternak berdampak terhadap kenaikan harga ayam potong. Tentunya ini menjadi masalah untuk masyarakat, terutama dalam perekonomian yang masih belum stabil akibat pandemi Covid-19," ucap dia.

“Maka saya mendukung agar program Lumbung Pangan semakin digencarkan di berbagai daerah sehingga tak hanya membawa manfaat bagi petani, tapi juga untuk rakyat secara keseluruhan,” jelas Puan.

Puan juga mendorong program petani milenial yang menjadi inisiasi pemerintah untuk mendukung sektor penggerak pertanian. Pemerintah tengah memberikan pelatihan dengan target menciptakan 2.000 petani milenial.

“Petani milenial akan membantu Indonesia mewujudkan ketahanan pangan. DPR RI juga mendukung berbagai teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil tani,” tandas cucu Proklamator Bung Karno itu.

Selain Ketua DPR Puan Maharani, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada acara tanam jagung bersama petani di Sorong itu.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P