Netral English Netral Mandarin
05:42wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Tanda Ekonomi akan Kembali Pulih Terlihat Semakin Jelas, Ini Buktinya

Senin, 24-Mei-2021 13:20

Ilustrasi pemulihan ekonomi.
Foto : paisabazaar.com
Ilustrasi pemulihan ekonomi.
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kantor Staf Presiden (KSP) menyebut sinyal pemulihan ekonomi Indonesia semakin jelas terlihat, terutama dari catatan surplus perdagangan yang mencapai 2,19 miliar dolar AS per April 2021.

Deputi III KSP Panutan Sulendrakusuma mengatakan jika dilihat dari mitra dagang, Indonesia menikmati surplus perdagangan dengan Amerika Serikat hingga 1,2 miliar dolar AS.

"Pemerintah optimistis kondisi perekonomian Indonesia akan terus mengalami perbaikan yang signifikan," ujarnya di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Selain surplus perdagangan dengan Amerika, Indonesia juga menikmati surplus perdagangan dari Filipina (554 juta dolar AS) dan India (439,9 juta dolar AS). Namun dengan beberapa negara lain mengalami defisit, seperti dengan China (652,1 juta dolar AS), Australia (418,3 juta dolar AS), dan Thailand (248,1 juta dolar AS).

Panutan merinci surplus perdagangan Indonesia tidak lepas dari kinerja ekspor yang terus membaik.

Pada April 2021 total ekspor Indonesia mencapai 18,48 miliar dolar AS atau naik sebesar 0,69 persen dari posisi Maret 2021.

Sementara jika dibandingkan dengan April 2020, total ekspor pada April 2021 meningkat 51,94 persen dengan rincian ekspor nonmigas meningkat 51,08 persen, sedangkan ekspor migas meningkat 69,60 persen.

Berdasarkan kelompok komoditas, ekspor nonmigas April 2021 mencapai 17,52 miliar dolar AS, sedangkan ekspor migas mencapai 960 juta dolar AS.

"Ini membuktikan konsistensi langkah pemerintah untuk memulihkan ekonomi di tengah ketidakpastian dan dinamika pemulihan ekonomi global," kata Panutan.

Panutan mengatakan sinyal pemulihan ekonomi terus menguat dari kenaikan impor bahan baku/penolong dan barang modal.

Pada April 2021 impor barang bahan baku/penolong naik 33,24 persen dan impor barang modal meningkat 11,55 persen dibandingkan dengan bulan April 2020.

"Peningkatan impor yang tinggi pada kelompok bahan baku/penolong dan barang modal menunjukkan pemulihan ekonomi yang cukup buat pada triwulan II/2021 ini," ujarnya, seperti dilansir Antara.

Sebagai catatan pada April 2021 total impor mencapai 16,29 miliar dolar AS. Jika dibandingkan dengan April 2020, total impor meningkat 29,93 persen dengan rincian impor nonmigas meningkat 22,10 persen sedangkan impor migas meningkat 136,86 persen.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP