3
Netral English Netral Mandarin
11:16 wib
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah melampaui 100 ribu orang. Kondisi itu membuat Italia menjadi salah satu negara yang mencatatkan rekor kematian tertinggi. Politisi Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) Max Sopacua membantah informasi yang menyebut pihaknya menjanjikan imbalan Rp100 juta untuk para kader partai yang bersedia menghadiri KLB
Tanggapi Mantan Wali Kota Padang, Eko: Jilbab Hanya untuk Lindungi dari 'Gigitan Nyamuk'

Rabu, 27-January-2021 11:32

Pegiat Medoa Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Medoa Sosial Eko Kuntadhi
0

JAKARTA, METRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Eko Kuntadi menanggapi pernyataan mantan Wali Kota Padang, Fauzi Bahar yang menyebut penggunaan jilbab sebagai kearifan lokal.

Dalam cuitannya, Eko menyatakan, sebagai kearifan lokal penggunaan jilbab hanya untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.

"Iya bener kata Walikota bekas di Padang. Siswi berjilbab gunanya hanya untuk melindungi mereka dari gigitan nyamuk..," kata Eko Kuntadi dalam akun Twitternya.

Seakan ingin memperjelas makna gigitan nyamuk, dalam akunnya tersebut Eko juga menyertakan data tahun 2015, yang menyebut Sumatera Barat sebagai provinsi jumlah kejahatan tertinggi, yakni 369 kejadian.

Sebelumnya mantan Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Fauzi Bahar tak menampik bahwa aturan soal memakai jilbab bagi siswi sekolah itu dikeluarkan saat dirinya menjabat.

Adapun alasannya saat itu karena jilbab dianggap sebagai sebuah kearifan lokal.

"Saat itu, awalnya banyak yang protes. Namun saya jelaskan bahwa ini kearifan lokal yang banyak manfaatnya. Kemudian mereka paham dan tetap jalan," kata Fauzi.

Aturan soal penggunaan jilbab bagi siswi sekolah saat itu, kata dia, dituangkan dalam bentuk Peraturan Wali Kota Padang dan diubah menjadi Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang.

Hanya saja, ia menegaskan bahwa aturan itu hanya diwajibkan bagi siswi yang beragama muslim. Sedangkan bagi yang non-muslim tidak diwajibkan, melainkan dianjurkan.

Pasalnya, penggunaan jilbab dinilai memiliki banyak memiliki manfaat. Selain kearifan lokal, kata dia, hal itu juga bisa memperlihatkan pembauran antara mayoritas dan minoritas.

"Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Jadi idealnya harus diikuti. Kalau lah siswi non-muslim tidak memakai jilbab maka hal itu akan memperlihatkan minoritasnya," kata Fauzi.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati