Netral English Netral Mandarin
16:44wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Tanggapi Ngabalin Soal Jokowi dan Bipang, Politisi PD: Kesalahan yang Bodoh Harusnya Bisa Dihindari...

Senin, 10-Mei-2021 14:15

Politisi Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik
Foto : Istimewa
Politisi Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Demokrat (PD) Rachland Nashidik mengomentari pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin soal pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan kuliner babi panggang (Bipang) Ambawang.

Adapun yang dikomentari Rachland yakni pernyataan Ngabalin yang menyebut bahwa tidak ada yang salah dari pidato Presiden mempromosikan Bipang karena Jokowi adalah bapak dari semua agama.

Menurut Rachland, jika benar Jokowi bapak semua agama, maka seharusnya menghormati semua agama dan juga berhati-hati dalam membuat pernyataan publik.

"Bagus saja bila benar Pak Jokowi Bapak semua agama. Tapi itu seharusnya berarti beliau menghormati semua agama, bukan? Bila hormat, sedikitnya perlu awas dan berhati-hati dalam membuat pernyataan publik dong?" tulis Rachland di akun Twitternya, Minggu (9/5/2021).

"Kesalahan yang bodoh seharusnya bisa dihindari oleh Bapak semua agama," sentil @RachlanNashidik.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengajak masyarakat belanja makanan khas daerah secara daring (online) lantaran ada larangan mudik selama periode lebaran Idul Fitri 2021. Salah satu kuliner yang dipromosikan Jokowi adalah Bipang Ambawang.

Ajakan Presiden Jokowi itu disampaikan dalam video peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diunggah di akun YouTube Kementerian Perdagangan pada (5/5/2021).

"Bapak/Ibu dan Saudara-saudara sekalian, sebentar lagi Lebaran. Namun, karena masih dalam suasana pandemi, pemerintah melarang mudik untuk keselamatan kita bersama," kata Jokowi dalam video tersebut.

"Nah, untuk Bapak/Ibu dan Saudara- saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasannya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online. Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya, tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," ujar Presiden.

Gara-gara pernyataan Jokowi itu, sejumlah pihak melontarkan kritik hingga sindiran. Mereka menilai ajakan Jokowi untuk membeli oleh-oleh Bipang dalam konteks libur Lebaran merupakan sesuatu yang salah, karena babi adalah makanan yang diharamkan dalam Islam.

Menanggapi hal itu, Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan pernyataan Jokowi dalam mempromosikan Bipang atau babi panggang.

Pasalnya, Ngabalin menyebut Jokowi adalah bapak dari semua suku dan agama, di mana masing-masing memiliki kekhasan produk kuliner, seperti halnya Bipang dari Kalimantan Barat.

"Apa yang salah dari pernyataan JOKOWI soal Bi-Pang? Bukankah beliau bapak dari seluruh suku dan agama di negeri ini. Semua punya makanan khas yang bermacam-bermacam, kalau beliau memperkenalkan makanan khas tertentu kenapa nggak boleh?" tulis Ngabalin di akun Twitternya, @AliNgabalinNew, Sabtu (8/5/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P