Netral English Netral Mandarin
23:03wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Tangisan Megawati Dimaknai Sebagai Seruan untuk Melawan Penghina Jokowi?

Sabtu, 21-Agustus-2021 19:12

Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH)
Foto : Istimewa
Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH)
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH) menyoroti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengaku sedih dan sering menangis melihat Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap dihina.

Adapun Megawati menyatakan, orang-orang yang menghina Presiden Jokowi tidak memiliki moral dan pengecut. Pasalnya, sebut Megawati, Jokowi telah bekerja keras dan memikirkan rakyat Indonesia hingga badannya pun tampak kurus, namun masih ada orang-orang yang mengejeknya dengan sebutan 'kodok'.

Ferdinand Hutahaean menilai bahwa wajar kalau Megawati sedih dan mengatakan para penghina Jokowi, lantaran Presiden ke-5 itu sangat mengenal sosok Presiden Jokowi.

"Megawati sangat mengenal @jokowi sebagai pribadi, sahabat, kader maupun sebagai Presiden," tulis Ferdinand di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Jumat (20/8/2021).

"Mega juga sangat tau apa yang dikerjakan oleh JKW dan sangat paham tentang niat tulusnya," sambung @FerdinandHaean3.

Karenanya, lanjut Ferdinand, ketika Megawati menangis, itu artinya orang- orang yang nyinyir dan mengejek Jokowi dianggap sudah keterlaluan.

"Maka ketika Mega menangis, artinya para PENYINYIR dan PENGEJEK itu sudah keterlaluan," katanya.

Lebih lanjut, tangisan Megawati dan ucapan bahwa para penghina Jokowi adalah pengecut dan tak bermoral, dimaknai Ferdinand sebagai seruan untuk melawan para penghina itu.

"Ini seruan untuk mengambil sikap melawan.!" tegas Ferdinand.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri mengungkapkan kesedihannya itu saat memberikan sambutan dalam Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Pura Besakih, yang disiarkan melalui kanal YouTube Pemprov Bali, Rabu (18/8/2021).

"Coba lihat Pak Jokowi ya. Saya suka nangis lho. Beliau itu sampai kurus loh. Mikir kenapa? Mikir kita lho, mikir rakyat lho. Masak masih ada yang mengatakan Jokowi 'kodok'-lah," kata Megawati.

"Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut saya bilang, biarin mantep dah. Saya di-bully juga tidak takut kok," tegas Megawati.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu meminta orang-orang yang menjelekkan Jokowi bersikap jantan. Dia meminta mereka datang berhadapan langsung dengan Jokowi.

"Coba datang berhadapan, jantan kamu. Kita mesti jadi berkelakuan sebagai warga negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan," ujarnya.

Megawati juga meminta orang-orang yang selama ini mengatakan pemerintah gagal untuk datang bertemu langsung dengan Jokowi. Dia meminta mereka menunjukkan di mana kegagalan yang dimaksud itu.

"Saya sangat sedih kalau banyak orang sepertinya menjelekkan Pak Jokowi. Pak Jokowi gagal, pemerintah kita gagal. Saya hanya ingin orang itu sebenarnya datang baik-baik bertemu dengan Pak Jokowi dan mengatakan kegagalannya di mana dan konsep dari orang itu untuk supaya tidak gagal," ucap dia. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati