Netral English Netral Mandarin
13:31wib
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta sejumlah pihak tidak memaksakan diri melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terpapar virus corona. Wagub DKI meminta masyarakat tetap berada di rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak demi terhindar dari varian baru virus corona, yaitu varian Delta plus atau B.1.617.2.1
Tanpa Senjata tapi Kirim Aparat Bersenjata Besar-besaran ke Papua, Andi Arief: Benar-Benar Gagal Paham Pak Mahfud

Rabu, 16-Juni-2021 11:38

Menkopolhukam Mahfud MD
Foto : Istimewa
Menkopolhukam Mahfud MD
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus muda Andi Arif menyentil keras Menkopolhukam Mahfud MD terkait cara menangani polemik dan konflik Papua.

“Soal Papua ini saya bener-bener gagal paham. Pak Prof @mohmahfudmd bahkan sudah saya ingatkan agar tidak memilih jalan senjata. Saat ini Pak Jokowi meminta tanpa senjata, padahal dua bulan lalu perintahnya jalan senjata paska terbunuhnya Kabinda Papua,” kata Andi Arief, Rabu 16 Juni 2021.

Pernyataanya disampaikan saat menanggapi akun InstitutEcosocRights @ecosocrights yang mencuit:

"Meminta penyelesaian Papua tanpa senjata tapi besar2an mengirimkan aparat bersenjata yg terus melakukan kekerasan dan menghilangkan nyawa Papua. Sbg pemimpin, Presiden @jokowi benar2 punya problem integritas," kata akun tersebut.

Untuk diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan persoalan yang selama ini terjadi di Papua dan Papua Barat tak bisa diselesaikan hanya dengan senjata dan letusan perang.

Hal ini kata dia sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan pendekatan kesejahteraan sebagai modal utama penyelesaian konflik di Papua.

"Prinsipnya sesuai arahan presiden, menyelesaikan persoalan di Papua jangan dengan senjata dan letusan, tapi dengan dialog demi kesejahteraan," kata Mahfud dikutip dari akun YouTube resmi Polhukam RI, Selasa (15/6).

Meski begitu dia tak menampik aparat gabungan TNI Polri dengan persenjataan lengkap memang tetap ditempatkan di beberapa titik rawan konflik di Papua.

Bahkan baru-baru ini sebanyak 400 prajurit TNI yang diberi nama Pasukan Setan telah diberangkatkan ke Tanah Cendrawasih.

Mahfud menyebut pengerahan para prajurit dan aparat gabungan TNI Polri ini sebagai antisipasi sekaligus upaya penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok separatis teroris yang kerap melakukan aksi teror di wilayah paling timur Indonesia itu.

"Adapun penegakan hukum kepada kelompok-kelompok bersenjata adalah sebagai bagian untuk memperlancar dialog dengan rakyat Papua, yang jauh lebih banyak di luar kelompok bersenjata itu," katanya.

Mahfud juga mengaku sudah melakukan dialog dengan sejumlah tokoh asli Papua. Baru-baru ini dia bertemu dengan sejumlah perwakilan dari Majelis Rakyat Papua

Pertemuan dilakukan di Gedung Kemenko Polhukam pada Jumat (11/6) pekan lalu. Mahfud dan perwakilan MRP melakukan dialog seputar persoalan-persoalan di tanah Papua.

"Kami saling menjelaskan dan bertukar pikiran, dan saya menjelaskan kebijakan pemerintah pusat di Papua, di mana mereka memahami bahwa apa yang sudah dan akan dilakukan, semua sesuai dalam koridor Konstitusi dan dengan pendekatan kesejahteraan," kata dia dinukil CNN Indonesia.

Papua sendiri saat ini semakin memanas, kelompok yang dicap pemerintah sebagai separatis teroris atau kelompok kriminal bersenjata Organisasi Papua Merdeka terus melancarkan aksi teror mereka setelah ajakan perang di Pegunungan Puncak, Ilaga tak digubris aparat TNI Polri.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli