Netral English Netral Mandarin
21:06 wib
Para tenaga medis yang kelelahan diduga menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta. Sebab, pada saat yang sama angka penambahan kasus terus meningkat. Keputusan untuk melanjutkan atau tidak operasi gabungan  pencarian dan evakuasi korban serta puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 oleh tim Badan SAR Nasional (Basarnas) bakal diputuskan Senin (18/1).
Tantang Menag Debat Terbuka soal Populisme Islam, Fadli Zon: Apa Tupoksinya? 

Selasa, 29-December-2020 06:25

Fadli Zon, Politikus Gerindra-Yaqut Cholil, Menteri Agama
Foto :
Fadli Zon, Politikus Gerindra-Yaqut Cholil, Menteri Agama
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon menantang  Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas untuk debat terbuka tentang 'populisme' dan 'populisme Islam'.

Tantangan itu dilontarkan Fadli melalui akun Twitter-nya dalam mengomentari pernyataan Menag yang menyebut bahwa belakangan ini populisme Islam mulai berkembang di Indonesia dan itu tidak bisa dibiarkan.

Selain itu, Fadli Zon juga mempertanyakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Menag sehingga harus mengurusi soal populisme Islam.



"Ayo kita berdebat di ruang publik apa itu 'populisme', 'populisme Islam' dan apa urusannya Menag ngurusi ini. Apa tupoksinya?" cuit @fadlizon, Minggu (27/12/2020).

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menyatakan akan mencegah berkembangnya populisme Islam. Ia berpendapat populisme Islam adalah upaya kelompok tertentu menjadikan agama sebagai norma konflik.

Hal itu disampaikan Gus Yaqut di acara Silaturahmi Nasional Lintas Agama dengan tema Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan Bangsa dalam Kebhinekaan yang digelar secara virtual, Minggu (27/12/2020).

"Belakangan kita merasakan ada yang berusaha menggiring agama menjadi norma konflik. Agama dijadikan norma konflik itu dalam bahasa ekstremnya, siapapun yang berbeda keyakinanannya, maka dia dianggap musuh dan karenanya harus diperangi. Istilah kerennya itu populisme Islam," kata Gus Yaqut.

"Dan saya tidak ingin, kita semua, tentu saja tidak ingin populisme Islam ini berkembang luas sehingga kita kewalahan memeranginya," ungkap Ketua GP Ansor itu.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP