Netral English Netral Mandarin
02:22wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Tantri ‘Kotak’ Bagikan Kisah Ortu Positif Covid-19: Marah, Drama Cabut Infus, Hingga Tak Bisa Saling Pisah

Jumat, 30-Juli-2021 10:45

Tantri Kotak bagikan kosah ortu yang Covid.
Foto : Pikiran Rakyat
Tantri Kotak bagikan kosah ortu yang Covid.
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tantri Syalindri Ichlasari atau akrab dikenal sebagai Tantri ‘Kotak’ turut membagikan kisah tak mengenakan di tengah situasi Pandemi Covid-19. Tantri kabarkanbahwa kedua orang tuanya, Dally Syanabar dan Supriyati, hingga sang adik dinyatakan positif Covid-19 pada 15 Juli 2021 lalu.

Adiknya yang masih muda kemudian melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) di wisma atlet. Tetapi berbeda bagi mama dan papa nya yang memiliki penyakit bawaan, tentu membuat Tantri merasa amat khawatir. 

Di tengah situasi demikian, Tantri merasa bersyukur karena ada banyak saudara tidak sekandung yang tiba-tiba datang. Mereka menawarkan bayak bantuan mulai dari ambulans, dokter, hingga daftar rumah sakit yang masih bisa menerima pasien. 

Tanggap 16 Juli, kedua orangt uanya lantas masuk ke IGD RS Grha Kedoya. Keduanya di cek thorax, darah dan saturasi. Berdasarkan hasil, mereka disarankan untuk Isoman di rumah dan apabila mau mendapatkan perawatan, perlu menunggu selama seminggu lamanya untuk mendapatkan kamar inap. 

“Saya khawatir dengan kondisi mereka saya masih usaha cari RS lain saudara saya menyarankan RS Budi Asih, langsung kami ajak kesana, masuk IGD dengan begitu banyak pasien, cek klinis ngiep semalam di IGD karena masih nunggu antrian kamar perawatan,” ujar Tantri, dikutip dari unggahan Instagramnya, Jumat (30/7/2021). 

Paginya dokter menyarankan pulang karena kondisi orang tuanya tergolong ringan. Belum lagi rasa ketakutan dari sang mama, karena sempat melihat dua pasien meninggal karena sesak. Akhirnya mereka Isoman di rumah dengan perawatan suster part time, serta layanan home care. 

Tapi sayang, di 19 Juli, sang papa drop karena hilang nafsu makan dan mengakibatkan gula darah rendah dan dilarikan ke Rumah Sakit EMC Tangerang. Tak kunjung membaik meski sudah diinfus, sang papa disarankan untuk dirawat. 

Drama dimulai, karena sang papa harus Isoman sendirian di ruangan, di rumah sakit. Padahal dia tidak pernah pisah sebelumnya dengan sang istri. Tantri pun takut psikis ayahnya terganggu. Tantri mencoba bicara pelan-pelan dengan sang papa, tetapi dibalas dengan kemarahan. 

“DRAMA DIMULAI!

! Dia cabutin semua infusnya dia mau sama mm. Mamalm itu saat gema takbir idul adha hancur rasanya saya sebagai anak,” ujar istri dari Hatna Danarda atau dikenal Arda ‘Naff’ itu. 

Bingung, berserah dan berdoa, tiba-tiba sang mama panas tinggi dan disarankan untuk dirawat. Akhirnya sang papa dan mama dirawat di dalam ruangan yang sama, tanpa ada gangguan dari pasien lain. Keduanya pun tenang bersama, meskipun sama-sama sedang sakit. Hingga bisa pulang dari rumah sakit pada 29 Juli kemarin. 

“Jadi lanjut isoman di rumah karena mereka masih positif. Ternyata penyemangatnya itu RUMAH,” ujar Tantri yang memohon doa agar orang tuanya bisa segera negatif.  

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani