Netral English Netral Mandarin
02:28wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Tasya Kamila Berikan 5 Tips Menyapih dan Hadapi Anak ‘Sakaw Nenen’

Kamis, 20-Mei-2021 13:16

Tasya Kamila beri tips hadapi anak menyapih.
Foto : Tasya Kamila
Tasya Kamila beri tips hadapi anak menyapih.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Apakah anak Anda tantrum saat disapih? Jika ya, keadaan tersebut diakui sama seperti dengan yang dialami oleh anak dari Penyanyi Tasya Kamila yang bernama Arrasya Wardhana Bachtiar. 

Wanita 28 tahun itu lantas memberikan lima tips menyapih ala Arrasya. Tips disampaikan menyusul anaknya yang berhasil lulus dua tahun minum Air Susu Ibu (ASI).

Kurangi Frekuensi Menyusui

Tasya mengaku, dari empat bulan sebelumnya dia sudah mulai mengurangi frekuensi menyusui. Dia juga sempat menemani Suaminya, Randi Bachtiar ke rumah sakit sehingga ketika siang datang mulai jarang menyusui anaknya yang akrab disapa Arrasya. 

“Jadi kalau siang udh mulai jarang2 disusuin, lama2 siang2 udh ngga nyusu sama sekali (malem doang pas mau bobo) sampe akhirnya malem pun ngga nyusu,” ujar Tasya.

Beri Penjelasan Bila Sudah Dua Tahun Tidak Boleh “Nenen” Lagi

Menurut Tasya, anak perlu diberikan penjelasan apabila sudah menginjak usia dua tahun maka tidak boleh menyusu alias “nenen” lagi. Diakui Tasya, hal ini memberi efek samping yang akan terjadi pada anaknya. 

“Arr jadi denial gamau menjawab umur berapa. Marah2 kalau dibilang “udah besar ya Arr”. dan kalau ditanya “kalau udh 2 tahun ga ngapain lagi...?” dijawab “gak main perosotan lagi, gak main bapapa lg”, dll,” jelas Tasya. 

Tidak Nawarin “Nenen” Apabila Diminta

Tasya juga imbau agar para ibu dan orang tua tidak menawarkan anak untuk “nenen”. Apabila anak minta menyusu maka sebisa mungkin dialihkan atau ditunda. 

“Kalau dia minta nenen aku suka bilang “nanti yaa, sekarang Arr main dulu” atau “makan snack aja yukk” turs kasih snack kesukaan dia kayak biskuit/buah/permen,” jelas Tasya. 

Menurut Tasya, cara ini 90 persen bisa berhasil meskipun sang anak akan memaksa dan menangis. Apabila sudah menangis, maka Tasya pasrah tetap menyusuai anaknya namun dengan durasi singkat, misalnya hanya sekitar lima menit saja. 

 Ganti Cara Menidurkan Anak dengan Kegiatan Lain 

Tasya juga anjurkan untuk mengganti cara menidurkan dengan kegiatan lain selain “nenen”. Diakuinya, itu merupakan tahapan yang paling menantang. 

“Ini yang paling challenging: stop kebiasaan nenen malem sebelum tidur. Biasanya kan nempeeel terus tuh smp pagi,”ujar Tasya yang baru-baru ini umumkan suaminya alami kanker. 

Cara yang dilakukan Tasya yakni meredupkan lampu, menyanyi bersama dengan anak, berpelukan dengan anak, hingga anak ketiduran. 

“Awal2 Cuma bisa 3 malem, trus bersoknya nenen lagi. Trus dicoba lagi. Bisa seminggu. Akhirnya dia lupa sendiri dengan kebiasaan lamanya,” ujar dia.

Jelaskan pada Anak Kalau Dia Tetap dan Selalu Dicintai

Tindakan lain yang perlu dilakukan adalah tetap sabar dan tenang menghadapi tantrum sang anak. Perlu dijelaskan pada sang anak, bahwa meskipun dia sudah tidak “nenen” lagi tetapi masih bisa memeluk dan sayang-sayangan dengan sang ibu karena ibu selalu sayang dengan anak. 

“Let Him know that he still and will always be loved. Acknowledge his feeling, wajar kok kalau dia sakaw nenen Aku juga selalu kasih penjelasan ke Arr,” kata dia.

Sebagai informasi tambahan bahwa Arrasya dari usia satu tahun tiga bulan sudah diberikan Susu Formula (Sufor). Menurutnya keputusan ini juga perlu ditanyakan pada dokter dan Arrasya diperbolehkan minum Sufor tetapi tidak boleh banyak-banyak. 

“Kenapa sufor? Simply gegara aku udah gapunya stok ASIP karena males mompa waktu mulai lockdwn pandemi, jadi kalau aku lg kerja dan gabisa DBF, Arr dikasi sufor. Plus Oma Arr request Arr minum sufor selain ASI biar gampang dititipin ke Oma,” jelas wanita berambut panjang ini. 

Selama nyapih ASI, frekuensi minum Sufor Arrasya diakui tidak ada perubahan. Arrasya tetap ikut saran dan takaran dokter. 

“Kalau Arr Cuma 2X150 ml per hari. Nah itu dikasih di jam snack siang/sore, biasanya pas aku lg gak sama Arr/lg pergi/kerja,” ujar dia. 

 

 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani