Netral English Netral Mandarin
03:04wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Teddy Gusnaidi Dilabrak Veronica Koman: Ni Orang Kira Ini Pertama Kali Gw Bakal Komunikasi ma UN ya?

Kamis, 29-Juli-2021 07:20

Veronica Koman
Foto : Wowkeren
Veronica Koman
37

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis HAM Veronica Koman melabrak Teddy Gusnaidi karena meragukan soal kemampuan Veronica Koman berkomunikasi dengan pihak PBB. 

Mulanya Teddy mencuit: “Di tunggu nyali @VeronicaKoman  mengadukan RI ke PBB. Kalau cuma bunyi doang, apa bedanya sama kentut? Kentut juga bunyi..”

Veronica pun menjawab:

“Ni orang kira ini pertama kalinya gw bakal komunikasi ma UN ya? Coba tanya Kemlu terutama yang di Jenewa ya,” katanya melalui akun Twitternya, Kamis 29 Juli 2021.

Untuk diketahui Veronica Koman akan melaporkan pemerintah Indonesia ke Komite Penghapusan Diskriminasi Rasial, Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN-CERD/United Nation-The Committee on the Elimination of Racial Discrimination).

Rencana gugatan itu akan dilayangkan jika oknum TNI AU yang menginjak kepala warga Papua tak diseret ke pengadilan umum.

"Itu somasi saya untuk Pemerintah Indonesia. Begitu kedua prajurit ini dimulai prosesnya di peradilan militer, saya akan layangkan laporan ke UN-CERD," kata Veronica dinukil CNNIndonesia.com, Rabu (28/7).

Dia mendesak agar dua prajurit itu tak hanya diberi sanksi secara internal TNI, namun juga kasus tersebut diusut di peradilan umum.

Menurutnya, hal itu menjadi penting agar penanganan perkara tersebut dapat dilakukan secara transparan. Selain itu, kata dia, perlu juga diusut mengenai dugaan perilaku diskriminasi dalam peristiwa itu.

"Tuntutan saya dua: diadili di peradilan umum dan atas pasal diskriminasi rasial," ucapnya.

"Pengajuannya akan dilakukan begitu Serda Dimas dan Prada Rian diadili di peradilan militer," tambah dia.

Veronica yang saat ini menetap di Australia mengatakan bahwa isu-isu rasial dan diskriminasi tersebut nantinya akan disuarakan dalam somasi ke PBB tersebut.

"Untuk membuka mata internasional bahwa Pemerintah Indonesia ini tidak pernah mau dan bisa serius untuk menyelesaikan problem rasisme sistemik terhadap orang Papua," tandasnya.

Sebelumnya beredar video berdurasi 1:20 detik menayangkan  aksi dua oknum TNI AU yang menginjak kepala seorang warga sipil. Diketahui video tersebut diambil di Merauke, Papua pada Senin (26/7).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma Indan Gilang Buldansyah menyampaikan permintaan maaf. TNI AU meneyesali terjadinya peristiwa tersebut.

Saat ini dua oknum TNI tersebut langsung diproses hukum dan telah ditahan oleh POM AU.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sulha Handayani